Israel Intensifkan Serangan ke Lebanon

Ada desakan internal agar serangan Israel terhadap Lebanon diperluas hingga ke ibu kota negara itu.

Diterbitkan 26 Mei 2026, 11:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tel Aviv - Militer Israel mengatakan telah memulai gelombang serangan di seluruh Lebanon setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa negaranya akan meningkatkan serangan terhadap Hizbullah.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pihaknya melancarkan serangan terhadap Hizbullah di Lembah Bekaa, wilayah timur Lebanon, serta sejumlah daerah lain di negara tersebut.

Awal bulan ini, Lebanon dan Israel sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 45 hari, meskipun sejumlah pertempuran masih terus berlangsung.

Dalam pernyataan via video pada Senin (25/5/2026) malam, Netanyahu mengatakan Israel sedang berperang dengan Hizbullah dan militer telah diperintahkan untuk memberikan pukulan telak kepada kelompok tersebut.

Netanyahu mengatakan serangan militer Israel terhadap Hizbullah telah "melenyapkan lebih dari 600 teroris".

"Namun yang sekarang harus kami lakukan adalah meningkatkan serangan dan memperbesar intensitasnya," ungkap Netanyahu seperti dikutip dari BBC.

Dua menteri sayap kanan ekstrem Israel, Bezalel Smotrich dan Itamar Ben Gvir, menyerukan perluasan operasi militer, termasuk hingga ke Beirut. 

 

Serangan Balasan Hizbullah

Hizbullah menyatakan telah melancarkan balasan atas apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran gencatan senjata dengan melancarkan 22 serangan drone dan roket. Mereka menyebut target mereka mencakup tentara Israel, tank, barak militer, serta sejumlah bangunan.

Pejabat dari Lebanon dan Israel, yang tidak memiliki hubungan diplomatik formal, dijadwalkan menggelar negosiasi lanjutan di Washington, Amerika Serikat (AS), pekan depan.

Presiden Lebanon Joseph Aoun menuntut penarikan penuh pasukan Israel dari Lebanon selatan.

Sejak perjanjian gencatan senjata ditandatangani pada 16 April, serangan Israel sebagian besar terbatas di wilayah selatan negara itu, tempat pasukan Israel masih berada dan yang menurut Israel menjadi lokasi peluncuran drone serta roket.

Lembah Bekaa, yang diserang pada Senin malam, berada di Lebanon bagian timur, dekat perbatasan dengan Suriah.

Perluasan serangan militer Israel terjadi ketika pemerintah Iran menegaskan bahwa kesepakatan damai yang sedang berkembang dengan AS harus mencakup gencatan senjata penuh di seluruh front perang kawasan.

Pemerintah Israel tegas menolak penghentian pertempuran melawan Hizbullah.

Sepuluh tentara Israel telah tewas sejak gencatan senjata awal dengan Lebanon disepakati. Sementara itu, lebih dari 400 orang di Lebanon tewas akibat pengeboman besar-besaran Israel dalam periode yang sama, termasuk banyak petugas paramedis dan pekerja layanan darurat.

Israel hampir setiap hari memerintahkan warga Lebanon meninggalkan rumah mereka di wilayah-wilayah baru di bagian selatan negara itu, yang menyebabkan jumlah pengungsi meningkat menjadi lebih dari satu juta orang. 

Lebanon terseret ke dalam putaran konflik saat ini setelah AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Hizbullah, sekutu Iran, menembakkan roket ke wilayah Israel sebagai balasan atas serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.

Israel kemudian merespons dengan serangan udara di seluruh Lebanon dan invasi darat, yang menurut Kementerian Kesehatan Lebanon telah menewaskan lebih dari 3.000 orang.