Liputan6.com, Islamabad - Pakistan menghadapi tekanan ekonomi dan ketahanan pangan yang semakin berat di tengah meningkatnya inflasi, dampak perubahan iklim, serta kenaikan harga energi. Situasi tersebut tercermin dalam Laporan Global tentang Krisis Pangan (GRFC) 2026 yang menempatkan Pakistan sebagai salah satu negara dengan tingkat kerawanan pangan paling serius di dunia.
Laporan yang disusun aliansi organisasi kemanusiaan internasional itu mencatat hampir 11 juta penduduk Pakistan mengalami kerawanan pangan akut sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 9,3 juta orang berada pada tingkat krisis, sementara 1,7 juta lainnya masuk kategori darurat yang membutuhkan penanganan segera.
Penilaian tersebut menempatkan Pakistan sejajar dengan sejumlah negara yang tengah menghadapi tekanan kemanusiaan berat seperti Afghanistan, Sudan, Yaman, dan Nigeria, dikutip dari laman Maldives Insight, Sabtu (23/5/2026).
Advertisement
Laporan itu juga menyoroti dampak cuaca ekstrem sebagai salah satu faktor utama yang memperburuk kondisi pangan nasional. Hujan monsun dan banjir bandang sepanjang 2025 disebut menyebabkan kerusakan lahan pertanian dan infrastruktur di berbagai wilayah Pakistan.
Lebih dari enam juta warga terdampak langsung akibat bencana tersebut. Gangguan pada produksi pertanian dan distribusi logistik menyebabkan pasokan pangan terganggu, terutama di wilayah pedesaan yang bergantung pada sektor pertanian.
Selain faktor iklim, tekanan ekonomi domestik turut memperburuk situasi. Inflasi yang masih tinggi menyebabkan harga kebutuhan pokok meningkat dan daya beli masyarakat melemah. Banyak rumah tangga harus menyesuaikan pola konsumsi karena biaya hidup yang terus naik.
Â
Â
Harga Bahan Bakar Naik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4289927/original/057246000_1673577403-Krisis_tepung_semakin_parah_di_Pakistan-AP__1_.jpg)
Kondisi semakin berat setelah pemerintah Pakistan menaikkan harga bahan bakar minyak. Harga bensin dan solar dilaporkan naik sebesar 26,77 rupee Pakistan per liter seiring meningkatnya harga minyak dunia dan tekanan ekonomi global.
Kenaikan harga energi tersebut berdampak langsung terhadap biaya transportasi dan distribusi barang. Akibatnya, harga pangan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya ikut mengalami kenaikan.
Dampak tekanan ekonomi dirasakan baik di perkotaan maupun pedesaan. Di wilayah pertanian, petani menghadapi tantangan berupa menurunnya hasil panen, naiknya biaya produksi, serta meningkatnya ongkos distribusi.
Â
Advertisement
Kekhawatiran Muncul
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4738888/original/052214200_1707463563-20240209-Penjagaan_Kantor_KPU_Pakistan-AFP_7.jpg)
Situasi ini memunculkan kekhawatiran terhadap semakin lebarnya kesenjangan antara ketersediaan pangan dan kemampuan masyarakat untuk mengaksesnya.
Laporan GRFC juga mencatat bahwa kerawanan pangan global terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Secara global, sekitar 266 juta orang di 47 negara mengalami kerawanan pangan akut sepanjang 2025.
Dalam konteks Pakistan, kombinasi tekanan iklim, inflasi, dan kenaikan biaya energi dinilai menciptakan tantangan multidimensi yang membutuhkan respons kebijakan jangka panjang.
Sejumlah pengamat menilai penguatan ketahanan pangan nasional perlu diiringi dengan stabilisasi ekonomi, perlindungan terhadap kelompok rentan, serta peningkatan investasi pada sektor pertanian dan infrastruktur.
Selain itu, upaya mitigasi perubahan iklim dan penguatan sistem distribusi pangan dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak krisis serupa di masa mendatang.
Di tengah tekanan global dan domestik yang terus berkembang, kondisi ketahanan pangan Pakistan diperkirakan masih akan menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302208/original/030738800_1784536511-Screenshot_2026-07-20_150334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507012/original/063330600_1771481312-baznas_ramadan_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4289928/original/018411600_1673577535-Krisis_tepung_semakin_parah_di_Pakistan-AP__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301617/original/065063300_1784505165-ar1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301608/original/075036800_1784503489-TORRES_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301667/original/044600200_1784511418-messi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258400/original/000932100_1781342638-063_2281325777.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301814/original/084260800_1784520494-simeone.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163925/original/080587200_1742089761-madrid_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293816/original/090553700_1783751992-Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302437/original/062865000_1784549461-Argentina_s_Lionel_Messi__10__takes_a_corner_watched_by_Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302430/original/022838000_1784547974-FIFA_President_Gianni_Infantino__left__and_President_Donald_J._Trump__center__congratulate_Spain_s_Pau_Cubars__.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302353/original/019992900_1784542330-000_C2LP6JB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291959/original/031561800_1783580715-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553018/original/044818200_1775885532-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527663/original/010259800_1691306207-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3545301/original/017030700_1629368526-pakistan-895319_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288815/original/035891200_1783334783-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4738000/original/007806100_1707375358-20240208-_Pemilu_Pakistan-AFP_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4760375/original/028771000_1709476441-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776212/original/083789800_1782868243-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4631063/original/032792800_1698793366-Tenggat_Waktu_Deportasi_Picu_Eksodus_Warga_Afghanistan_dari_Pakistan-AP__7_.jpg)