Kim Jong Un Perintahkan Militer Korea Utara Perkuat Wilayah Perbatasan

Komando ini disampaikan Kim Jong Un dalam pertemuan militer Korea Utara.

Diterbitkan 18 Mei 2026, 11:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pyongyang - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memerintahkan pejabat tinggi militernya untuk memperkuat unit garis depan dan mengubah perbatasan selatan menjadi “benteng yang tak tertembus”, menurut laporan media pemerintah pada Senin (18/5/2026).

Instruksi tersebut disampaikan Kim dalam pertemuan militer pada Minggu. Foto yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) memperlihatkan Kim memimpin rapat bersama para komandan militer berseragam lengkap. 

Dalam pertemuan itu, Kim menyebut akan ada “perubahan besar” dalam strategi pertahanan untuk mencegah perang. Ia juga meminta para komandan meningkatkan kewaspadaan terhadap “musuh bebuyutan”, yang merujuk pada Korea Selatan.

Menurut KCNA, Kim menetapkan rencana untuk memperkuat unit garis depan dan satuan utama lainnya dari sisi militer maupun teknologi sebagai langkah penting untuk mencegah perang secara lebih efektif, dikutip dari laman Japan Times, Senin (18/5/2026).

Ia juga menegaskan kebijakan pertahanan wilayah Partai Buruh Korea akan difokuskan pada penguatan pasukan di perbatasan selatan dan memperkuat garis perbatasan.

Kim turut meminta proyek modernisasi militer dipercepat dengan konsep operasi baru yang mencakup berbagai medan tempur.

Pernyataan tersebut muncul di tengah memburuknya hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Pyongyang sejauh ini juga tidak merespons sejumlah tawaran dialog dari Seoul.

 

Kunjungan Tim Sepak Bola

Namun, pertemuan militer itu berlangsung bertepatan dengan kedatangan tim sepak bola wanita Korea Utara ke Korea Selatan, yang menjadi kunjungan pertama dalam delapan tahun dan sempat memunculkan harapan adanya sedikit perbaikan hubungan kedua negara. 

Analis senior Institut Korea untuk Unifikasi Nasional, Hong Min, menilai langkah Kim dipengaruhi perkembangan perang Rusia-Ukraina.

Menurutnya, Korea Utara tampaknya mempelajari pentingnya perang drone, serangan presisi, peperangan elektronik, dan operasi multi-domain yang terlihat dalam konflik di Ukraina maupun Timur Tengah.

Hong mengatakan strategi terbaru Pyongyang juga mengindikasikan pengembangan konsep operasi militer lintas domain, tidak hanya di darat, laut, dan udara, tetapi juga mencakup ruang bawah laut, luar angkasa, siber, dan peperangan elektronik.