17 Mei 1760: Inggris Deklarasikan Perang Lawan Prancis, Berlangsung hingga 7 Tahun

Perang pada 17 Mei 1760 antara Inggris dan Prancis dikenal sebagai Seven Years War.

Diterbitkan 17 Mei 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - Pada 17 Mei 1760, United Kingdom secara resmi menyatakan perang terhadap France di benua Eropa. Deklarasi tersebut menjadi tonggak penting yang secara konstitusional menyeret dua kekuatan imperium terbesar dunia ke dalam konflik global yang dikenal sebagai Seven Years’ War. 

Meski pernyataan perang baru diumumkan pada 1760, bentrokan antara Inggris dan Prancis sebenarnya telah berlangsung sejak pertengahan 1750-an, terutama di wilayah koloni Amerika Utara. Konflik dipicu oleh ekspansi Prancis ke lembah Sungai Ohio yang berbenturan dengan kepentingan koloni Inggris di kawasan tersebut.

Pada tahap awal perang, Inggris mengalami sejumlah kekalahan akibat kuatnya aliansi Prancis dengan kelompok penduduk asli Amerika. Situasi mulai berubah ketika Perdana Menteri Inggris, William Pitt the Elder, mengambil alih strategi perang.

Pitt menggelontorkan dana besar untuk memperkuat pasukan Inggris di Amerika Utara sekaligus mendukung perjuangan Prussia di Eropa. Strategi tersebut terbukti efektif dan menjadi titik balik kemenangan Inggris.

Pada 1760, Prancis berhasil dipukul mundur dari wilayah Kanada. Kekalahan Prancis juga meluas hingga ke India, sementara bantuan dari Spain gagal membendung dominasi Inggris.

Konflik akhirnya berakhir melalui Treaty of Paris (1763). Dalam perjanjian tersebut, Prancis menyerahkan seluruh klaim atas Kanada kepada Inggris serta menyerahkan wilayah Louisiana kepada Spanyol.

Sebaliknya, Inggris memperluas wilayah kekuasaannya dengan memperoleh Florida dari Spanyol dan mengambil alih sejumlah wilayah koloni Prancis lainnya.

Kemenangan tersebut memperkuat supremasi maritim dan kolonial Inggris di dunia. Selain itu, perang ini juga memperkokoh posisi 13 koloni Inggris di Amerika dengan menyingkirkan pesaing Eropa di kawasan tersebut.

Namun, kekalahan besar itu meninggalkan dampak mendalam bagi Prancis. Hilangnya sebagian besar wilayah kolonial disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong Prancis mendukung Revolusi Amerika melawan Inggris beberapa tahun kemudian.