16 Mei 1960: Ilmuwan Theodore Maiman Temukan Teknologi Laser

Pada 16 Mei 1960, teknologi laser ditemukan berkat eksperimen luar biasa Theodore Maiman

Diterbitkan 16 Mei 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, D.C. - Pada 16 Mei 1960, ilmuwan Theodore Maiman berhasil mengoperasikan laser pertama di dunia di Laboratorium Penelitian Hughes, California. Penemuan tersebut kemudian menjadi tonggak penting dalam perkembangan teknologi modern, meski pada awalnya sempat diragukan oleh komunitas ilmiah.

Laser ciptaan Maiman kala itu bahkan dijuluki sebagai “solusi yang mencari masalah” karena dianggap belum memiliki kegunaan nyata. Perjalanan penemuannya pun tidak berjalan mulus.

Laporan ilmiah Maiman sempat ditolak jurnal ilmiah Physical Review Letters. Editor jurnal tersebut menilai eksperimen yang dilakukan Maiman hanya mengulang penelitian sebelumnya dan tidak menawarkan terobosan baru.

Namun, Maiman tidak menyerah. Ia kemudian mengirimkan hasil penelitiannya ke jurnal Nature, yang akhirnya menerbitkan makalah tersebut pada 6 Agustus 1960. Dilansir dari University of Chicago Press pada Rabu (13/5/2026).

Keberhasilan laser pertama itu terletak pada metode yang digunakan Maiman, yakni memanfaatkan batang rubi yang disinari lampu kilat berdaya tinggi untuk menghasilkan sumber cahaya berdenyut. Teknik tersebut mampu menghasilkan energi jauh lebih besar dibandingkan prediksi teori pada masa itu. 

Meski demikian, skeptisisme tetap muncul karena laser tersebut tidak langsung memancarkan berkas cahaya yang terlihat jelas. Keraguan itu akhirnya terpatahkan setelah analisis spektrum menunjukkan adanya penyempitan frekuensi yang menjadi bukti utama terjadinya aksi laser.

Lebih dari enam dekade kemudian, teknologi laser berkembang pesat dan menjadi bagian penting dalam kehidupan modern. Penggunaannya kini mencakup berbagai bidang, mulai dari pemindai kasir supermarket, operasi mata medis, hingga komunikasi serat optik yang menopang jaringan internet global.

Laser juga dimanfaatkan dalam penelitian ilmiah canggih, termasuk untuk mengukur jarak antara Bumi dan Bulan dengan tingkat presisi mencapai tiga sentimeter.

Keberhasilan Theodore Maiman kini dikenang sebagai salah satu inovasi paling berpengaruh dalam sejarah sains modern. Makalah singkatnya yang sempat diremehkan bahkan tercatat sebagai salah satu publikasi ilmiah paling berpengaruh di abad ke-20.