Pembocor Rahasia AS Snowden Resmi Ajukan Suaka ke Rusia

Pengacara Rusia Anatoly Kucherena mengungkap, Edward Snowden resmi mengajukan suaka atau perlindungan ke pemerintah Rusia.

OlehRiz
Diterbitkan 16 Juli 2013, 22:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Edward Snowden tengah menjadi bulan-bulanan Amerika Serikat setelah membocorkan rahasia sensitif soal kebijakan Badan Keamanan Nasional negara tersebut (NSA). Ia mengungkapkan, NSA memata-matai aktivitas internet warganya. Hal ini lantas mengundang perhatian khalayak dunia.

Snowden yang merupakan bekas karyawan teknis Badan Intelijen AS (CIA) ini melarikan diri ke Hong Kong. Kemudian pindah ke Rusia. Ia mendekam di Bandara Sheremetyevo, Moskow, setelah paspornya dicabut pemerintah AS 3 pekan sebelumnya.

Kini pria 30 tahun itu secara resmi mengajukan suaka atau perlindungan ke pemerintah Rusia. Hal ini diungkapkan oleh pengacara Rusia Anatoly Kucherena.

"Aku bertemu dengannya di zona transit Bandara Sheremetyevo. Ia kemudian mengajukan suaka ke Badan Imigrasi Rusia," kata Anatoly, seperti dimuat News.com.au, Selasa (17/6/2013).

Advokat itu menyatakan belum diketahui pasti kapan pemerintah Rusia memberikan jawaban atas permintaan suakanya. Sebab dalam hukum Rusia, disebutkan, waktu untuk menanggapi permintaan suaka itu tidak terbatas.

Pekan lalu, Snowden sesumbar dirinya akan mengajukan suaka ke Rusia. Namun tak kunjung direalisasikan. Hingga Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, Snowden mesti mengajukan surat permintaan suaka kepada Kantor Imigrasi Federal (FMS).

Putin Tuding AS Jebak Snowden

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menuding Amerika Serikat telah memerangkap pembocor rahasia AS, Edward Snowden, di Moskow. Putin mengatakan Snowden akan meninggalkan Rusia sesegera mungkin.

"Segera setelah ada kesempatan untuk pindah ke suatu tempat, ia pasti akan melakukannya," kata Putin dalam pernyataan pertamanya di depan umum.

Snowden memanggil beberapa pegiat hak asasi dan pengacara dalam sebuah pertemuan dramatis di bandar udara di Moskow yang dioperasikan oleh pemerintah, Sheremetyevo, pada 15 Juli lalu.

Putin menuding Washington telah mencegah Snowden meninggalkan Rusia setelah mantan analis CIA itu tiba dari Hong Kong pada 23 Juni.

"Ia tiba di wilayah kami tanpa diundang. Dia tidak terbang menuju (wilayah) kami. Ia sedang berada dalam peralihan penerbangan ke negara-negara lainnya," ujar Putin.

"Namun tidak lama setelah ia berada di udara, hal itu bakal diketahui. Dan mitra-mitra Amerika Serikat kami menghadang penerbangan dia selanjutanya."

Snowden sudah masuk dalam daftar penumpang penerbangan dari Moskow ke Havana, Kuba, pada 24 Juni, namun ia tidak naik ke pesawat tersebut.

"Mereka (AS) kemudian menakut-nakuti semua negara. Tidak ada yang mau mengambilnya. Dan karena itu, mereka sendiri pada dasarnya memerangkap (Snowden) di wilayah kami," kata Putin.

"Hadiah Natal yang indah untuk kita," ucap Putin.

Bocoran Snowden Hancurkan AS

Wartawan yang pertama kali memberitakan Snowden, Glenn Greenwald mengungkap informasi yang sudah disebar Snowden itu tidak seberapa, dibanding data yang masih disimpan pria yang merupakan bekas karyawan teknis Badan Intelijen AS (CIA) ini.

Menurut Glenn, Snowden mempunyai informasi yang bisa menghancurkan AS hanya dalam waktu 1 menit. "Namun ia memilih tidak menyiarkannya. Itu bukan tujuannya," ungkap Gleen kepada koran Argentina La Nacion, seperti dikutip dari Huffington Post, edisi 14 Juli 2013.

Ungkapan serupa pernah dilayangkan mantan Presiden AS George W Bush. Dia menyatakan, Snowden telah menghancurkan AS. Dan pemerintahan Barack Obama sedang kerepotan menghadapi dampak dari pembocoran tersebut.

"Menurutku, ia telah menghancurkan negara. Pemerintah tengah menghadapi dampaknya," ungkap Bush di Zambia, seperti dimuat CNN, 2 Juli lalu. (Riz/Sss)