Pria Asal Virginia Pecahkan Rekor Dunia 12.412 Kali Pull-Up dalam 24 Jam

Apa motif dari pria asal Virginia ini hingga akhirnya bisa memecahkan rekor dunia?

Diterbitkan 06 Mei 2026, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, D.C. - Seorang pria asal Virginia, Amerika Serikat, Xavier Dillard (22), berhasil mencetak rekor dunia baru setelah menyelesaikan 12.412 repetisi pull-up dalam waktu 24 jam. Pencapaian tersebut resmi dicatat oleh Guinness World Records.

Aksi pemecahan rekor dimulai pada Sabtu (2/5) pukul 10.00 pagi waktu setempat dan berakhir keesokan harinya. Dillard menyebut keberhasilan ini merupakan hasil dari latihan intensif yang telah ia jalani selama beberapa tahun terakhir.

Dalam keterangannya, Dillard mengungkapkan bahwa motivasinya berawal dari rasa kompetitif terhadap orang lain yang lebih unggul dalam latihan pull-up. Ia mengaku awalnya tidak menyukai latihan tersebut, namun justru menjadikannya fokus utama untuk berkembang.

“Saya sangat kompetitif. Setelah mencoba, saya berlatih pull-up setiap hari,” ujarnya, dikutip dari media lokal pada Rabu (6/5/2026).

Dillard mengakui tantangan terbesar dalam upayanya adalah menahan rasa sakit fisik selama proses pemecahan rekor. Ia menggambarkan kondisi tubuhnya yang kelelahan ekstrem hingga penglihatannya sempat terganggu.

“Saya hampir tidak bisa melihat karena air mata terus mengalir. Saya merasa sangat lelah, tetapi saya ingin rekor ini dan harus terus maju,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa program latihannya dimulai dari empat set berisi 12 repetisi, kemudian meningkat secara bertahap hingga mencapai ratusan repetisi per sesi. Dalam periode latihan terberat, Dillard mampu melakukan hingga 2.400 pull-up dalam sehari dengan durasi latihan mencapai empat jam.

Secara total, volume latihannya dalam satu pekan bahkan bisa mencapai 14.000 hingga 16.000 repetisi. Konsistensi tersebut, menurutnya, menjadi kunci utama dalam meraih pencapaian ini.

Dillard juga mengungkapkan bahwa dirinya bukan atlet berbakat sejak awal. Ia mengaku pernah menjadi salah satu pelari paling lambat di timnya saat kecil. Namun, melalui disiplin dan kerja keras, ia berhasil meningkatkan kemampuannya secara signifikan.

Ia pun berpesan agar tetap rendah hati dan fokus pada proses pengembangan diri. “Kegigihan dan usaha keras akan membuahkan hasil,” ujarnya.