Bunga Bangkai Mekar di AS, Aroma Busuk Justru Tarik Ribuan Pengunjung

Kenapa bunga bangkai yang berbau seperti daging busuk justru diburu pengunjung di Mount Holyoke College?

Diterbitkan 16 April 2026, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, D.C. - Fenomena langka terjadi di Mount Holyoke College, Amerika Serikat, ketika bunga bangkai jenis Amorphophallus titanum kembali mekar dan menyedot perhatian publik.

Tanaman yang dijuluki “Pangy” itu menjadi daya tarik utama di rumah kaca kampus, menarik banyak pengunjung yang penasaran ingin melihat langsung sekaligus mencium aroma khasnya yang menyerupai daging membusuk.

Bunga bangkai merupakan tanaman tropis langka asal hutan hujan Sumatra yang dikenal karena siklus mekarnya yang tidak menentu dan hanya berlangsung dalam waktu singkat. Saat mekar, tanaman ini mengeluarkan bau menyengat yang berfungsi menarik penyerbuk seperti lalat dan kumbang.

Direktur Kebun Raya Mount Holyoke, Tom Clark, menjelaskan bahwa aroma ekstrem tersebut memiliki fungsi biologis penting. “Baunya memang sangat menyengat, tetapi itu untuk menarik penyerbuk,” ujarnya, dikutip dari laman AP News, Kamis (16/4/2026).

Berbagai reaksi muncul dari pengunjung. Sebagian menggambarkan aroma tersebut seperti telur busuk, bangkai hewan, hingga sampah yang membusuk. Seorang mahasiswa, Nyx DelPrado, mengatakan bau bunga tersebut sesuai dengan namanya. “Baunya benar-benar seperti daging busuk,” ujarnya.

Meski baunya menyengat, antusiasme publik tidak surut. Pengunjung rela mengantre panjang untuk menyaksikan langsung fenomena langka ini. Sebagian bahkan mengaku penasaran untuk merasakan sendiri aroma yang selama ini hanya mereka dengar.

Secara ilmiah, yang tampak sebagai satu bunga besar sebenarnya merupakan kumpulan bunga kecil (perbungaan) yang tersusun di sekitar batang pusat yang disebut spadix, dan dikelilingi oleh selubung berwarna ungu tua (spathe).

Mekarnya bunga bangkai sulit diprediksi karena tanaman ini dapat “tidur” selama bertahun-tahun sebelum akhirnya berbunga. Dalam beberapa pekan terakhir, Pangy dilaporkan tumbuh pesat sebelum akhirnya mekar pada awal pekan ini.

Meski hanya bertahan beberapa hari sebelum layu, fenomena ini tetap menjadi momen langka yang menarik perhatian luas, sekaligus mengingatkan pada kekayaan biodiversitas tropis asal Indonesia yang mendunia.