Iran Ancam Targetkan Perusahaan Teknologi AS Jika Lebih Banyak Pemimpinnya Dibunuh

Perusahaan AS yang dibidik Garda Revolusi Islam Iran termasuk Apple.

Diterbitkan 01 April 2026, 08:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Garda Revolusi Islam Iran pada Selasa (31/3/2026) menyatakan bahwa mereka akan menargetkan perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka Amerika Serikat seperti Apple, Google, dan Meta apabila lebih banyak pemimpin Iran terbunuh dalam "pembunuhan yang ditargetkan".

"Perusahaan-perusahaan ini, mulai Rabu, 1 April, pukul 20.00 waktu Teheran harus mengantisipasi penghancuran unit-unit terkait mereka sebagai balasan atas setiap pembunuhan di Iran," sebut pernyataan Garda Revolusi, yang mencantumkan nama 18 perusahaan yang mereka tuduh terlibat dalam pembunuhan para pejabat seperti dikutip dari laporan CNA.

"Kami menyarankan para karyawan di institusi tersebut untuk segera meninggalkan tempat kerja mereka guna menyelamatkan nyawa."

Ancaman ini muncul ketika Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa ia sedang melakukan upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik, sembari mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Iran.

Dalam pernyataannya, Garda Revolusi juga menyebut bahwa pemerintah AS dan perusahaan-perusahaan teknologi telah mengabaikan peringatan berulang kami mengenai keharusan untuk menghentikan operasi yang menargetkan pejabat tinggi Iran. Mereka menuduh perusahaan-perusahaan teknologi tersebut sebagai "elemen utama dalam merancang dan melacak target pembunuhan".   

Sebagai akibatnya, menurut pernyataan tersebut, 18 perusahaan tersebut — termasuk Intel, Microsoft, Oracle, serta perusahaan mobil listrik Tesla, perusahaan analitik Palantir, dan produsen chip Nvidia — berisiko menghadapi aksi balasan.

"Perusahaan yang secara aktif berpartisipasi dalam rancangan teroris akan menghadapi tindakan balasan atas setiap pembunuhan yang ditargetkan," demikian bunyi pernyataan itu.

Peringatan tersebut tidak menjelaskan lokasi tindakan yang dimaksud, namun menambahkan, "Warga yang berada di sekitar perusahaan-perusahaan teroris ini di seluruh negara di kawasan disarankan meninggalkan lokasi mereka dalam radius satu kilometer dan berpindah ke tempat yang aman."

Pada awal Maret, Amazon melaporkan bahwa dua pusat datanya di Uni Emirat Arab terkena serangan drone secara langsung, sementara satu fasilitas di Bahrain mengalami kerusakan akibat serangan di sekitarnya.

Satu per Satu Pemimpin Iran Gugur

Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dan panglima tertinggi Garda Revolusi Mohammad Pakpour dilaporkan tewas pada hari pertama perang pada 28 Februari, ketika AS dan Israel berupaya menargetkan seluruh jajaran kepemimpinan Iran.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, juga dilaporkan tewas, bersama banyak tokoh penting lainnya. 

Israel dan AS menyatakan telah memberikan pukulan besar terhadap Iran dengan membunuh para pejabat tinggi, namun sejumlah analis menilai bahwa republik Islam tersebut masih menunjukkan ketahanan dan kemampuan untuk pulih dari kemunduran tersebut.

Masih pada hari yang sama, militer Iran menyatakan bahwa sebagai tanggapan atas serangan terhadap infrastruktur Iran, drone mereka telah menargetkan pusat-pusat komunikasi, telekomunikasi, dan industri utama di Israel, termasuk pusat milik raksasa industri Siemens yang berada dekat bandara internasional utama serta fasilitas AT&T di Kota Haifa.

Belum ada konfirmasi langsung dari pihak Israel terkait apakah target-target tersebut telah berhasil diserang.  Â