Cerita Lansia Taiwan Nyaris Alami Pendarahan Otak Akibat Naik Wahana Roller Coaster

Pria Taiwan ini lantas mengingatkan kaum lansia agar berhati-hati.

Diterbitkan 23 Maret 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Taipei - Seorang pria asal Taiwan membagikan pengalamannya sebagai peringatan bagi masyarakat berusia di atas 40 tahun agar berhati-hati menaiki wahana roller coaster, setelah dirinya mengalami pendarahan otak yang berpotensi mengancam jiwa.

Melalui platform media sosial Threads, pria yang tidak disebutkan namanya itu mengaku sempat mengunjungi Abu Dhabi pada Agustus tahun lalu dan mencoba roller coaster di Ferrari World, yang dikenal memiliki kecepatan tinggi dan gaya gravitasi (G-force) ekstrem.

Ia mulai merasa tidak enak badan segera setelah turun dari wahana tersebut, namun menganggapnya sebagai kondisi sementara. Rasa pusing yang dialaminya justru berlanjut sepanjang malam dan semakin memburuk dari waktu ke waktu, dikutip dari laman Oddity Central, Senin (23/3/2026).

Setelah kembali ke Taiwan, pria berusia 40 tahun itu mulai mengalami sakit kepala yang terus meningkat dalam beberapa bulan berikutnya. Pemeriksaan CT scan awal tidak menunjukkan kelainan. Namun, pekan lalu ia tiba-tiba pingsan di tempat tidur dan dilarikan ke unit gawat darurat di Air Force General Hospital, di mana pemeriksaan lanjutan mengungkap adanya pendarahan dural yang parah.

Ia kemudian menjalani operasi otak untuk mengeluarkan darah yang menumpuk di dalam tengkoraknya. Dokter menyebut kondisi tersebut bukan stroke biasa, melainkan pendarahan kronis akibat “guncangan eksternal yang kuat”. Salah satu dokter bahkan menanyakan apakah ia baru saja menaiki roller coaster.

Secara medis, kondisi ini dikaitkan dengan proses penuaan. Seiring bertambahnya usia, otak mengalami sedikit penyusutan yang meningkatkan jarak antara jaringan otak dan tengkorak, sehingga memungkinkan pergerakan lebih besar saat terjadi akselerasi dan deselerasi ekstrem. Selain itu, elastisitas pembuluh darah yang menurun membuatnya lebih rentan pecah dalam kondisi tertentu.

 

Viral di Media Sosial

Unggahan pria tersebut menjadi viral dan memicu respons dari warganet lain yang mengaku mengalami kejadian serupa. Seorang pengguna berusia di atas 50 tahun mengaku mengalami robekan retina dan pendarahan setelah menaiki roller coaster di Disneyland Paris. Ia juga mengalami pusing akibat gangguan pada otolith (kristal telinga bagian dalam) setelahnya.

Komentar lain menyebutkan bahwa dokter mata menyarankan individu dengan miopia tinggi untuk menghindari wahana dengan guncangan ekstrem seperti roller coaster, free-fall, atau bungee jumping karena berisiko menyebabkan ablasi retina.

Meski demikian, para ahli menekankan bahwa kasus seperti ini tergolong jarang, namun kelompok usia lanjut dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu disarankan untuk lebih waspada sebelum mencoba wahana berintensitas tinggi.