Liputan6.com, Teheran - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dilaporkan telah mempercayakan pejabat keamanan nasional tertinggi Iran untuk memastikan kelangsungan negara jika terjadi serangan atau upaya pembunuhan terhadap dirinya. Laporan tersebut diterbitkan oleh The New York Times seperti dikutip Middle East Eye pada Minggu (22/2/2026), mengutip sejumlah pejabat senior dan anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Menurut laporan tersebut, Khamenei mengeluarkan serangkaian arahan yang bertujuan mengamankan tata kelola pemerintahan Iran dalam situasi darurat. Arahan itu mencakup pembentukan empat lapis suksesi untuk jabatan militer dan pemerintahan yang berada di bawah kewenangannya. Selain itu, para pejabat senior juga diperintahkan untuk menyiapkan hingga empat nama pengganti bagi masing-masing posisi.
Dalam skenario terburuk, yakni jika komunikasi dengan Khamenei terputus atau ia terbunuh, tanggung jawab pemerintahan telah didelegasikan kepada kelompok kecil orang kepercayaannya. Informasi ini diperoleh The New York Times dari pejabat senior, diplomat, dan komandan militer Iran.
Advertisement
Salah satu tokoh yang disebut dalam laporan itu adalah Ali Larijani. Ia termasuk dalam segelintir tokoh politik dan militer yang dipercaya untuk menjamin kelangsungan Iran jika terjadi serangan Amerika Serikat (AS) atau Israel, atau jika kepemimpinan tertinggi dilumpuhkan.
Larijani diangkat pada Agustus lalu sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, lembaga yang memiliki otoritas tertinggi dalam pengambilan keputusan terkait keamanan dan kebijakan luar negeri negara tersebut.
Meskipun hampir dipastikan tidak menjadi kandidat pemimpin tertinggi berikutnya—karena ia bukan ulama syiah senior, yang merupakan syarat untuk posisi tersebut—Larijani disebut sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mengelola pemerintahan jika jajaran elite tertinggi Iran tersingkir.
Larijani, yang pernah menjabat sebagai ketua Parlemen Iran selama 12 tahun dan mantan perwira tinggi di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), adalah putra dari ulama besar Ayatullah Hashem Amoli dan menantu tokoh revolusi terkenal Ayatullah Morteza Motahhari.Â
Selain Larijani, nama Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf serta mantan presiden Hassan Rouhani juga disebut sebagai kemungkinan tokoh yang dapat memimpin dalam kondisi darurat.
Langkah pengamanan struktur pemerintahan dan penyiapan skema suksesi darurat tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS.Â
Selama perang 12 hari dengan Israel pada Juni lalu, Khamenei juga disebut telah menunjuk tiga kandidat yang berpotensi menggantikannya sebagai pemimpin tertinggi.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran jika pemerintah negara itu membunuh demonstran atau jika tidak tercapai kesepakatan antara kedua negara.Â
Â
Larijani di Pusat Pengambilan Keputusan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510715/original/057824500_1771836342-Untitled.jpg)
Laporan yang sama menyinggung pula adanya komunikasi antara AS dan Iran di tengah situasi tidak menentu di Iran. Utusan AS untuk kawasan Steve Witkoff dilaporkan berupaya menghubungi Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi setelah Trump melontarkan ancamannya.
Araghchi kemudian meminta otorisasi dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk merespons Witkoff. Namun, Pezeshkian mengarahkan Araghchi untuk terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Larijani. Hal ini menegaskan peran sentral Larijani dalam struktur kekuasaan Iran saat ini.
Menurut laporan itu, presiden mendelegasikan kewenangan kepada Larijani dalam situasi tersebut.Â
Khamenei pada Selasa (17/2) memperingatkan Trump bahwa ia tidak akan mampu "menghancurkan" Republik Islam Iran.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3372858/original/061241900_1612917784-Vaksin-Nakes-Lansia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317472/original/091873000_1786014229-IMG_3312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320374/original/084584100_1786347702-Screenshot_2026-08-10_130418.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307902/original/001690200_1785120590-Pjs_Gubernur_BI_Destry_Destry_Damayanti-27_Juli_2026d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1500474/original/061755100_1486515597-Iran_Hand.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320735/original/073079200_1786377674-Mohsen_Rezaee.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4905612/original/074102400_1722379583-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524822/original/062327900_1773012804-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542887/original/058023900_1774983885-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694576/original/098412300_1503994463-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569339/original/097080000_1777438673-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563533/original/046149400_1776904156-AP26108447326306.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318749/original/047089000_1786155529-Tentara_AS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)