Dituduh Praktik Ilmu Sihir, Ibu dan Bayi Dibakar hingga Tewas di India

Bagaimana kronologi tuduhan ilmu sihir ini berujung pada tragedi yang mengakhiri hidup Jyoti dan bayinya?

Diterbitkan 22 Februari 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New Delhi - Empat orang telah ditangkap di Negara Bagian Jharkhand, India timur, setelah diduga membakar hingga tewas seorang perempuan dan putranya yang berusia 10 bulan karena dicurigai mempraktikkan ilmu sihir pada awal pekan ini.

Mengutip laporan BBC, peristiwa tragis tersebut menimpa Jyoti Sinku dan anaknya pada Selasa (17/2/2026) malam di Dusun Kudsai, sebuah permukiman suku terpencil yang berjarak sekitar 250 kilometer dari ibu kota negara bagian, Ranchi. Dusun ini terdiri dari sekitar 50 rumah berdinding tanah dan dihuni oleh komunitas masyarakat adat yang kurang beruntung.

Selain menewaskan Jyoti dan bayinya, serangan tersebut juga menyebabkan suaminya, Kolhan Sinku, mengalami luka bakar serius. Saat ini ia tengah menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka yang dideritanya.

Berdasarkan keterangan Kolhan dan seorang anggota keluarga lainnya, polisi distrik telah secara resmi mencatat kasus ini sebagai dugaan pembunuhan dan persekongkolan untuk melakukan kejahatan. Selain itu, kepolisian telah membentuk tim khusus yang bertugas memburu dan menangkap anggota massa lainnya yang diduga turut serta dalam aksi penyerangan itu.   

Kejadian ini dipicu oleh serangkaian peristiwa di desa tersebut, termasuk beredarnya kabar tentang kematian mendadak sejumlah ternak serta sakitnya seorang warga bernama Pustun Birua. Istri Pustun, Jano Birua, mengatakan bahwa ia membawa suaminya ke seorang penyedia layanan kesehatan informal ketika Pustun mulai mengalami kecemasan dan sering pingsan. Praktik semacam itu lazim dilakukan di desa-desa terpencil yang tidak memiliki dokter. Menurut Jano, penyedia layanan tersebut menyatakan bahwa suaminya tidak menderita penyakit fisik.

Ketika ditanya mengapa tidak membawa suaminya ke rumah sakit, Jano menjawab, "Kami orang miskin, jadi tidak mungkin membawanya sejauh itu."

Di tengah situasi tersebut, rumor berkembang bahwa Jyoti mempraktikkan ilmu sihir dan bertanggung jawab atas penyakit yang diderita Pustun. Pada Selasa malam, Pustun meninggal dunia. Pada malam yang sama, menurut keterangan Kolhan dari ranjang rumah sakitnya, sekitar selusin orang, termasuk lima perempuan, menyerbu rumah mereka dan membakar istri dan anaknya.

Mengenang peristiwa mengerikan itu, Kolhan mengatakan, "Saya memohon dengan tangan terlipat agar masalah ini diselesaikan di dewan desa, tetapi para penyerang tidak mendengarkan saya."

 

Tragedi Berulang karena Takhayul

Data dari Biro Catatan Kejahatan Nasional India menunjukkan bahwa lebih dari 2.500 orang, sebagian besar perempuan, dibunuh di India antara tahun 2000 hingga 2016 karena dituduh mempraktikkan ilmu sihir.

Beberapa bulan sebelum peristiwa di Jharkhand terjadi, lima anggota sebuah keluarga di negara bagian tetangga, Bihar, dilaporkan tewas setelah dibunuh secara brutal dan diduga dibakar hidup-hidup akibat tuduhan praktik ilmu sihir yang serupa.   

Kasus-kasus seperti ini kerap terjadi di wilayah yang dihuni komunitas suku terpinggirkan, di mana takhayul masih kuat dan minimnya sistem layanan kesehatan publik membuat warga bergantung pada pengobatan alternatif atau tidak resmi.

Menanggapi peristiwa tersebut, pihak kepolisian menyatakan akan menggelar program penyuluhan di daerah pedesaan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memerangi praktik takhayul yang berujung pada kekerasan.