Liputan6.com, Paris - Sedikitnya delapan orang tewas dan sekitar 240 lainnya terluka dalam demonstrasi besar di Paris pada 8 Februari 1962 yang menentang gelombang serangan bom terbaru di ibu kota Prancis.
Salah satu korban tewas diketahui seorang anak laki-laki berusia 15 tahun, sementara lebih dari separuh korban luka merupakan anggota kepolisian.
Aksi unjuk rasa tersebut digelar meski dilarang berdasarkan status Keadaan Darurat yang masih diberlakukan di Paris. Demonstrasi diorganisasi oleh sejumlah serikat pekerja utama Prancis yang dipimpin kelompok berhaluan komunis, yang selama ini berada di garis depan perlawanan terhadap Organisasi Tentara Rahasia (Organisation de l’Armée Secrète/OAS), kelompok ekstrem kanan yang menentang kemerdekaan Aljazair dan ingin mempertahankannya sebagai koloni Prancis, dikutip dari laman BBC, Minggu (8/2/2026).
Advertisement
Kerusuhan berlangsung selama sekitar tiga setengah jam dan melibatkan sekitar 20.000 demonstran. Polisi yang dikerahkan dilaporkan kalah jumlah dengan perbandingan dua banding satu. Pada awalnya, aparat disebut bersikap relatif menahan diri, namun situasi berubah menjadi brutal setelah demonstran menyerang petugas.
Dalam salah satu insiden, sebuah mobil polisi disergap massa, memaksa seorang petugas melepaskan lima tembakan ke arah kerumunan. Beberapa orang dilaporkan mengalami luka tembak, namun pihak berwenang menyatakan tidak ada korban jiwa akibat tembakan tersebut. Polisi meyakini sebagian besar korban tewas meninggal akibat terinjak-injak di tengah kepanikan massa.
Di saat aparat keamanan terfokus mengendalikan kerusuhan anti-OAS, serangan bom baru kembali mengguncang Paris. Salah satu bom meledak di luar kantor Tass, kantor berita Rusia, menandai pertama kalinya sebuah organisasi media asing menjadi sasaran serangan.
Pihak berwenang menduga kampanye pengeboman tersebut merupakan reaksi atas pernyataan Presiden Prancis Charles de Gaulle yang menyatakan bahwa masa depan Aljazair harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri. De Gaulle telah mengusulkan penyelenggaraan referendum untuk menentukan status wilayah Afrika Utara tersebut.
OAS didirikan pada tahun lalu dan dipimpin mantan jenderal Angkatan Darat Prancis, Raoul Salan. Banyak anggotanya diyakini merupakan mantan personel militer yang pernah bertugas di Aljazair. Kelompok ini juga diduga berada di balik upaya pembunuhan terhadap Presiden de Gaulle pada tahun lalu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2709808/original/073009400_1548129754-paris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1414800/original/025509300_1479896721-Paris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8563560/original/038389600_1782512243-000_B8FU89E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8454689/original/007647400_1782352509-000_B83H84H.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258279/original/056489600_1781332543-Jen_0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6403585/original/033483300_1779277028-salah-tarik-tuas-jadi-penyebab-kecelakaan-pesawat-transasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7422004/original/003894500_1780199304-Seskab_Teddy_Mensos.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7229760/original/031489500_1780014177-f3a01830-9cc7-4ebf-a770-ad9d1201c853.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7183244/original/002499300_1779979290-73e29194-e437-4c19-b7f9-036854c92468.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7097113/original/006997800_1779879299-d4dc3069-a6dd-4449-8b62-371478936e58.jpg)