Viral Ikan Mas di China Masih Bisa Berenang Meski Tanpa Kepala

Tadinya dikira rekayasa AI. Tapi video ikan mas tanpa kepala ini asli.

Diterbitkan 08 Februari 2026, 08:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Sebuah video yang memperlihatkan seekor ikan mas berenang tanpa kepala sempat memicu perdebatan luas di media sosial. Di tengah maraknya konten hasil kecerdasan buatan, banyak warganet menduga rekaman tersebut palsu. Namun, para ahli dan laporan media setempat memastikan bahwa video itu nyata dan dapat dijelaskan secara ilmiah melalui anatomi ikan.

Video tersebut pertama kali diunggah pada akhir Januari oleh seorang pemilik akuarium di China. Dalam rekaman itu terlihat seekor ikan mas berenang di dalam akuarium dengan lubang besar di bagian kepala, tepat di area yang seharusnya terdapat mata dan mulut.

Pemilik ikan menyebut kondisi tersebut telah berlangsung selama beberapa hari, namun ikan itu tetap berenang seolah tidak terpengaruh, meski sebagian besar kepalanya, termasuk mata dan mulut, telah hilang.

Pemilik ikan menjelaskan bahwa jaringan di bagian kepala mengalami nekrosis atau kematian jaringan, yang diduga disebabkan infeksi atau kualitas air yang buruk. Seiring membusuknya jaringan tersebut, ikan lain di akuarium mulai mematuk tubuh ikan yang sakit, memperparah luka dan memicu proses berantai yang pada akhirnya membuat ikan tersebut kehilangan hampir seluruh bagian kepalanya, dikutip dari laman Oddity Central, Minggu (8/2/2026).

Meski terdengar mustahil, para ahli menjelaskan bahwa kemampuan ikan mas untuk bertahan hidup dalam kondisi ekstrem itu berkaitan erat dengan struktur anatominya. Tidak seperti manusia dan mamalia lain yang memiliki otak terpusat di kepala, sistem saraf ikan mas bersifat lebih memanjang. Struktur otaknya terbagi sepanjang tubuh, dengan fungsi-fungsi vital tidak sepenuhnya bergantung pada bagian depan kepala.

Bagian depan otak ikan memang berperan dalam fungsi tingkat tinggi seperti penciuman, memori, dan penglihatan. Namun, fungsi-fungsi dasar yang menopang kehidupan, seperti pernapasan dan sirkulasi darah, dikendalikan oleh batang otak yang letaknya lebih ke belakang, dekat sambungan dengan sumsum tulang belakang. Selama batang otak tersebut masih utuh, ikan tetap dapat bernapas melalui insang dan menjaga fungsi tubuh dasar.

 

Ada Penjelasan Ilmiah

Kemampuan ikan dalam video tersebut untuk terus berenang dan menghindari tabrakan juga memiliki penjelasan ilmiah. Gerakan berenang pada ikan sebagian besar dihasilkan oleh jaringan saraf otomatis di sumsum tulang belakang, tanpa memerlukan perintah terus-menerus dari otak. Selain itu, ikan memiliki sistem garis rusuk, yakni jaringan sensor tekanan di sepanjang sisi tubuh, yang memungkinkan mereka mendeteksi pergerakan air dan menghindari rintangan, bahkan tanpa bantuan penglihatan.

Menurut pemiliknya, ikan mas tanpa kepala itu mampu bertahan hidup sekitar dua minggu sebelum akhirnya mati. Penyebab kematian bukan hanya luka parah yang dialaminya, tetapi juga kegagalan organ akibat ketidakseimbangan cairan tubuh. Sebagai ikan air tawar, tubuh ikan mas memiliki kadar garam lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitarnya. Normalnya, kulit dan sisik berfungsi membatasi masuknya air, sementara ginjal membuang kelebihan cairan.

Namun, dengan luka terbuka besar di bagian kepala, air tawar terus-menerus masuk ke aliran darah ikan, mengencerkan cairan tubuh dan mengacaukan keseimbangan elektrolit. Kondisi tersebut pada akhirnya menyebabkan kegagalan organ dan kematian.

Media di China yang melaporkan kejadian ini menyebut kasus tersebut sebagai contoh ekstrem ketahanan mekanisme bertahan hidup dasar pada ikan, sekaligus pengingat akan pentingnya perawatan lingkungan akuarium yang layak untuk mencegah penderitaan hewan.