9 Januari 1972: Ratusan Ribu Penambang di Inggris Lakukan Mogok Kerja Nasional

Apa yang dituntut oleh para penambang tersebut?

Diterbitkan 09 Januari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - Gelombang protes besar melanda sektor energi Inggris ketika para penambang batu bara melakukan aksi mogok kerja tepat pada tengah malam, waktu setempat. Langkah drastis tersebut diambil setelah negosiasi alot selama tiga bulan dengan Dewan Batubara Nasional (NCB) berakhir tanpa hasil. 

Sebanyak 280 ribu pekerja serentak memulai aksi pemogokan nasional pertama dalam hampir lima dekade terakhir.

Mengutip laporan BBC, Jumat (9/1/2026), pemicu utama konflik terletak pada penolakan serikat pekerja terhadap tawaran kenaikan gaji sebesar 7,9 persen. Para penambang bersikeras menembus batas kenaikan upah pemerintah dengan menuntut tambahan hingga 9 Pound Sterling per minggu, dari rata-rata gaji bersih 25 Pound Sterling saat itu.

Sebelumnya, aksi larangan lembur yang berlangsung sejak 1 November diperkirakan telah merugikan industri sebesar 20 juta Pound Sterling. Ketua NCB, Derek Ezra, segera menarik tawaran gaji tersebut begitu pemogokan dipastikan terjadi.

Ia memperingatkan dampak ekonomi serius jika tuntutan penuh pekerja dikabulkan. "Jika kami memberikan 120 juta Pound Sterling yang mereka minta dan memuaskan para pekerja tambang, kami akan berada dalam situasi keuangan yang sangat serius. Satu-satunya cara untuk mengembalikan uang itu adalah dengan menaikkan harga, dan kami harus menaikkan harga batu bara setidaknya 15 persen lagi," tegas Ezra.

Ezra menambahkan bahwa pemogokan berpotensi menghilangkan pendapatan hingga 12 juta Pound Sterling per minggu, membuat perhitungan penawaran gaji sebelumnya tidak lagi relevan.

Kelumpuhan Energi dan Tekad Pekerja

Kekhawatiran meluas mengingat tiga perempat pasokan listrik Inggris bergantung pada pembangkit berbahan bakar batubara, sementara permintaan sedang memuncak di tengah cuaca dingin musim dingin. Sekretaris Jenderal Persatuan Nasional Penambang (NUM), Lawrence Daly, memprediksi stok batu bara akan menipis dengan cepat dan berdampak pada sektor industri.

"Para pelaku industri di negara ini akan menekan Pemerintah untuk membuka pintu bagi pembicaraan serius," ujar Daly.

Seluruh 289 tambang di negeri tersebut telah berhenti beroperasi total. Kendati demikian, semangat para penambang di lapangan terlihat sangat kuat untuk menghadapi masa sulit. Seorang penambang asal South Wales menyatakan kesiapan mereka, "Kami memasuki situasi ini sekarang, tidak berpikir ini akan berakhir dalam seminggu atau dua minggu. Kami bertekad untuk memenangkan pertempuran ini, berapa lama pun waktu yang dibutuhkan."

Aksi tersebut berlangsung selama tujuh minggu dengan dampak masif, mulai dari penutupan sekolah, pemberhentian sementara 1,2 juta pekerja pabrik, hingga deklarasi keadaan darurat. Situasi baru mereda setelah pemimpin serikat menyetujui paket kenaikan gaji senilai 95 juta Pound Sterling pada 19 Februari, dan para penambang kembali bekerja pada 25 Februari.

Â