Menlu RI Hadiri Pertemuan 2+2 Perdana Indonesia-Turki di Ankara, Ini Isu yang Dibahas

Pertemuan perdana mekanisme 2+2 Indonesia-Turki yang akan digelar pada Jumat (9/1/2026).

Diterbitkan 08 Januari 2026, 13:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dijadwalkan bertolak ke Ankara, Turki, pada Kamis malam (8/1/2026) untuk menghadiri pertemuan perdana mekanisme 2+2 Indonesia-Turki yang akan digelar pada Jumat (9/1).

Pertemuan ini mempertemukan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, dalam press briefing di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Yvonne menjelaskan, selain menghadiri pertemuan 2+2, Menlu RI bersama Menhan RI juga dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul pada 10 Januari 2026.

“Pertemuan 2+2 ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan antara Indonesia dan Turki, serta menjadi tindak lanjut dari pertemuan High Level Strategic Cooperation Council (HLSC) antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Erdogan yang berlangsung di Bogor pada Februari tahun lalu,” ujar Yvonne.

Dalam pertemuan 2+2 tersebut, lanjutnya, kedua negara akan membahas penguatan kerja sama strategis bilateral yang mencakup bidang keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, serta energi.

Yvonne menambahkan, mekanisme 2+2 merupakan format kerja sama strategis yang terbatas. Hingga kini, Indonesia baru memiliki mekanisme serupa di tingkat menteri luar negeri dan menteri pertahanan dengan beberapa negara, antara lain Australia, Jepang, Amerika Serikat, dan Prancis. Turki menjadi negara terbaru yang menjalin mekanisme tersebut dengan Indonesia.

Pada kesempatan pertemuan dengan Presiden Erdogan, Menlu RI juga dijadwalkan menyampaikan undangan resmi Presiden Prabowo Subianto kepada Presiden Turki untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang direncanakan berlangsung pada April 2026.

“Undangan tersebut akan disampaikan langsung oleh Menlu RI dalam pertemuan dengan Presiden Turki,” kata Yvonne.

Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Turki serta memperluas kerja sama konkret di berbagai sektor prioritas kedua negara.