Liputan6.com, Moskow - Pemboman yang terjadi di Chechnya ini dianggap paling mematikan dalam lebih dari tiga tahun perang. Pelaku bom bunuh diri menerebos perimeter militer dengan dua kendaraan bermuatan bahan peledak, menargetkan markas besar pemerintah Chechnya pada 27 Desember 2002.
Pemerintah Chechnya diketahui berpihak pada Rusia di Grozny dan markas tersebut menjadi sasaran serangan, di mana belum lama ini baru dibuka secara resmi kurang dari 20 bulan yang termasuk salah satu bangunan dengan tingkat pengamanan tertinggi di wilayah itu, dilansir dari The New York Times, Sabtu (26/12/2025).
Mereka dapat menembus pengamanan ketat menggunakan truk berat dan kendaraan off-road pada pukul sebelum 14.30 waktu Moskow, menunjukkan bahwa masih banyak kelompok separatis yang berkeliaran mengancam kota dan dapat menerobos ke dalam pengamanan paling ketat sekalipun.
Advertisement
Korban jiwa yang tewas ledakan sedikitnya 46 orang dan melukai puluhan lainnya. Suasana yang menggambarkan kekacauan dari ledakan ditayangkan oleh Televisi Rusia, bahkan terlihat sebuah kawah besar sedalam lebih dari 12 kaki di dekat pintu masuk gedung, yang menandai titik ledakan utama.
Seorang pejabat Kementerian Darurat Rusia mengatakan jumlah korban luka dapat mencapai 200 orang yang bekerja di kompleks tersebut, mengingat ledakan menghancurkan kantin di dekat gedung utama.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Pertama Chechnya, Stanislav Tershchuk, menjelaskan bahwa gedung kedua dipenuhi pegawai kementerian keuangan yang sedang merekonsiliasi rekening pemerintah Chechnya karena merupakan hari kerja terakhir sebelum Tahun Baru.
"Saya tidak mendengar ledakan kedua. Ledakan pertama terlalu kuat. (Tetapi) ruang bagian informasi dan teknis kami runtuh. Saya yakin salah satu orang saya ada di sana. Kami baru saja mempekerjakannya," ucapnya dalam dalam sebuah wawancara televisi.
Â
Â
Evakuasi Korban dan Perintah Presiden Rusia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617280/original/009493800_1635503637-fire-4010889_1280.jpg)
Evakuasi para korban dilakukan hingga Jumat malam, petugas mencari korban yang tertimpa reruntuhan bangunan. Banyak warga sipil dan tentara berlumuran darah, dan tiga derek dikerahkan untuk mengangkat puing-puing beton.Â
Kepada administrasi sipil Chechnya, Akhmad Kadyrov, serta perdana menteri baru Mikhail Babich, berada di dalam gedung saat kejadian terjadi, namun mereka berhasil keluar dan tidak mengalami luka.
Presiden Vladimir V. Putin yang mendapatkan kabar pemboman ini segera memerintahkan Menteri Situasi Darurat (Ministry of Emergency Situations/EMERCOM of Russia) untuk mempercepat seluruh bantuan yang diperlukan bagi para korban. Pasukan Rusia pun menutup sejumlah jalan di sekitar Grozny, ibu kota Chechnya.
Dari insiden tersebut menunjukkan bahwa Para militan menggunakan aksi terornya untuk menarik perhatian yang memperjuangkan tujuan mereka. Serangan ini bahkan menjadi yang keempat terhadap kehadiran Rusia di Chechnya dalam lima bulan terakhir.
Setelah pemboman terjadi, penjagaan keamanan semakin diperketat, pengemudi truk berat diharuskan memiliki izin khusus untuk memasuki pusat kota Grozny.
Penyelidikan masih dilakukan dan Akhmad Kadyrov, mengatakan bahwa para teroris masih berkuasa di Grozny, karena gedung yang sama sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan pada September 2001, dengan sebuah alat peledak yang ditinggalkan di toilet wanita dan menewaskan seorang petugas kebersihan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4652952/original/037799000_1700219911-pexels-pixabay-260397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)