Kehamilan Langka di Luar Rahim, Bayi di AS Berhasil Lahir Selamat dan Sehat

Bagaimana proses persalinan Sue yang cukup berisiko dengan posisi bayi di luar rahim ini?

Diterbitkan 27 Desember 2025, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Sebelum bayi ini lahir, ia berkembang dan bertahan di luar rahim ibunya yang menjadikan kehamilan paling langka dalam dunia medis. Tetapi, ia berhasil melahirkan bayi laki-laki di Amerika Serikat ini pada 18 Agustus 2025.

Sang ibu, Sue Lopez (41) adalah seorang perawat dan hidup bersama suaminya Andrew Lopez di Bakersfield, California. Sue sebelumnya didiagnosis memiliki kista ovarium seukuran bola basket.

Dokter juga telah mengangkat ovarium kanan dan kista lainnya, lalu pemantauan terhadap kondisinya dimulai pada usia 20 tahun. Sehingga awal kehamilan ini membuatnya mustahil terjadi, meski tidak mengalami menstruasi hingga siklusnya tidak teratur, dilansir dari AP News, Sabtu (27/12/2025).

Tetapi selama berbulan-bulan menjalani kehidupan seperti biasa, rasa sakit dan tekanan di perut semakin buruk. Awalnya juga mengira kista sebesar 10 kilogram telah waktunya untuk diangkat.

Kehamilan Tak Terduga

Namun, saat dirinya ingin melakukan CT scan yang diwajibkan tes kehamilan untuk memastikan seluruh tubuhnya benar-benar tidak sedang mengandung, hasilnya menunjukkan bahwa ia sedang hamil anak kedua.

Salah satu hal yang ditakutkan pihak medis adalah posisi bayi berkembang di balik kista ovariumnya yang membuat kehamilan ini menjadi berbahaya dan jarang terjadi hingga dokter yang menanganinya berencana menulis kasus tersebut dalam jurnal medis.

Dokter John Ozimek, direktur medis persalinan di Cedars-Sinai di Los Angeles, tempat proses kelahiran Sue, mengatakan kasus yang ditanganinya ini langka.

"Hanya satu dari 30.000 kehamilan yang terjadi di perut, bukan di rahim. Kehamilan yang bisa bertahan sampai usia cukup dari kondisi ini pada dasarnya hampir tidak pernah terdengar, bahkan jauh di bawah satu banding satu juta. Ini benar-benar gila," ucapnya.

 

 

Perjuangan Sang Ibu

Menjelang persalinan, kondisi kesehatannya memburuk dan tim medis menemukan bahwa Sue mengalami tekanan darah sangat tinggi. Pemeriksaan lanjutan melalui USG dan MRI menunjukkan rahimnya kosong, dan janin yang hampir cukup umur berada di rongga perut, terbungkus kantung amnion yang terletak dekat dengan jantung sang ibu.

Persalinan yang memicu adrenalin tim medis ini cukup kesulitan untuk menyelamatkan dua nyawa sekaligus. Terlebih lagi, janin tampaknya tertanam di dinding samping panggul tetapi masih dapat ditangani dibandingkan menempel pada hati.

Meskipun bertaruh dengan nyawa, Sue tetap ingin melahirkan bayinya, dan dilakukan melalui operasi dengan kondisi anestesi total yang sekaligus mengangkat kista.

Dokter Ozimek mengungkap bahwa persalinan tersebut membuatnya hampir kehilangan seluruh darah. Namun tim medis berhasil mengendalikan pendarahan dan memberikan tranfusi darah.

Setelah menghadapi proses persalinan, bayi laki-laki sehat lahir seberat 3,6 kilogram dan diberi nama Ryu, yang terinspirasi dari pemain bisbol dan karakter gim Street Fighter.

Kehamilan seperti ini juga dikenal sebagai kehamilan ektopik abdominal. Menurut Dr. Cara Heuser, spesialis maternal-fetal dari Utah yang tidak terlibat dalam kasus tersebut, mengatakan bahwa hampir semua kehamilan ektopik akan pecah dan menyebabkan pendarahan hebat jika tidak ditangani. Tingkat kematian janin dalam kasus ini juga dapat mencapai 90 persen.

 

 

Â