Diserang Beruang Saat Kerja, Koki di Jepang Tetap Tenang Siapkan Makanan Pelanggan

Bagaimana ia bisa menahan rasa sakit setelah melawan hewan buas hingga masih dapat melanjutkan pekerjaannya?

Diterbitkan 01 Desember 2025, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tokyo - Demi menyelesaikan tugasnya untuk membuat pesanan pelanggan, koki di Jepang tetap siapkan makanan meski wajahnya berlumuran darah karena serangan tak terduga dari beruang.

Serangan terjadi saat seorang koki berusia 57 tahun di Prefektur Aomori, Jepang, di mana ia sedang mempersiapkan kedainya pada dini hari tanggal 9 November. Menurut manajer kedai, Sasaki, kejadian itu sekitar pukul 05.00 pagi ketika kokinya pergi ke dapur sendirian untuk menyiapkan sup, dilansir dari SCMP, Senin (1/12/2025).

Meski tingginya sekitar 160 sentimeter yang berhadapan dengan beruang setinggi satu meter, hewan buas ini menggunakan cakar kuat dan rahang besar sehingga ia kalah telak dalam beberapa menit.

Sang koki pun segera menangkis serangannya dan hanya mendapatkan goresan di kelopak mata kanan dan hidung. Sebelumnya ia mengira hewan tersebut adalah seekor anjing raksasa dan baru menyadari jika yang mengganggunya ini ternyata seekor beruang.

Efek Serangan Hewan Buas

Sinar hangat matahari perlahan membawa Sasaki yang tiba di kedai pukul 05.30 pagi dan terkejut melihat darah di wajahnya.

Ia membujuk pria itu untuk pergi ke rumah sakit yang dikhawatirkan jika luka-lukanya akan infeksi, karena wajahnya terlihat bengkak akibat luka tersebut.

Padahal wajahnya berdarah, namun pria itu membalas Sasaki jika ia tetap dapat melanjutkan pekerjaannya.

"Bukan apa-apa kok, kedainya harus dibuka," ucapnya.

Karena ia bersikeras untuk tetap bekerja, kedai ditutup sementara dan akhirnya dapat tenang dengan mengambil cuti sakit. Lalu para staf dialihkan ke cabang lain. Selama penutupan, Sasaki juga berencana ingin membangun pagar anti-beruang di sekelilingnya.

 

Jumlah Beruang Meningkat

Sebelum menjadi koki, dulunya ia seorang spesialis medis yang bekerja di rumah sakit dialisis, dan beralih ke industri ramen setelah pensiun setahun lalu.

Kejadian serangan beruang ini pada hari Minggu, saat taman kanak-kanak di sebelah kedai tutup sehingga tidak menimbulkan korban lainnya.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, keberadaan beruang di Jepang tahun ini sedang mengalami lonjakan serangan beruang.

Korban tewas sebanyak 13 orang dengan lebih dari 100 orang terluka akibat serangan hewan buas itu. Jumlah korban kini lebih banyak dari tahun 2006.

Pengamat yang mengetahui kejadian menganggapnya sebagai sesuatu hal yang berani telah melawan serangan beruang.

"Melawan beruang itu luar biasa, tapi juga berbahaya. Sebagai seorang tenaga medis, ia mungkin terbiasa melihat luka dan pendarahan, tetapi kesehatan dan kebersihan sangat penting dan seharusnya memprioritaskan pergi ke rumah sakit," tulis seorang pengamat di internet.

Ditambah lagi berbagai reaksi dari netizen lain.

"Dia benar-benar gila kerja," canda yang lain.

"Ia beruntung karena beruang itu tampaknya tidak berniat menyerang lebih jauh, tapi tindakannya tidak boleh ditiru," katanya.