Hujan Ekstrem Picu Banjir Mendadak di New York, 2 Orang Dilaporkan Tewas

Satu korban tewas berhasil diidentifikasi. Satu lainnya masih menunggu penyelidikan.

Diterbitkan 31 Oktober 2025, 12:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New York City - Setidaknya dua orang tewas dalam insiden banjir di New York City pada Kamis (30/10/2025). Hujan ekstrem mengguyur kota dan mengubah sejumlah kawasan menjadi kolam besar.

Insiden pertama terjadi di Flatbush, Brooklyn. Polisi menerima laporan seorang pria berusia 39 tahun yang terjebak di ruang bawah tanahnya yang tiba-tiba terendam.

Tim penyelam pemadam kebakaran langsung diterjunkan dan berusaha menarik korban keluar, namun nyawanya tak tertolong setibanya di rumah sakit.

Tetangganya, Renée Phillips, mengatakan kepada The New York Times bahwa korban sempat berhasil menyelamatkan salah satu anjingnya dari ruang bawah tanah.

Namun ia kembali masuk untuk menolong anjing lainnya—dan tak pernah kembali hidup-hidup. Anjing yang hendak ia selamatkan pun turut tewas.

"Hari ini benar-benar mengerikan," ucap Phillips, dikutip dari laman Independent, Jumat (31/10).

Tak lama berselang, petugas menerima laporan kedua di Washington Heights, Manhattan. Seorang pria berusia 43 tahun ditemukan tak sadarkan diri di ruang ketel bawah tanah sebuah apartemen. Ia dievakuasi, namun dinyatakan meninggal di lokasi.

Penyebab kematian kedua korban banjir masih diselidiki, dan identitas mereka belum dirilis karena menunggu pemberitahuan kepada keluarga.

 

Respons Wali Kota New York

Wali Kota New York, Eric Adams, menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut.

"Kami terpukul oleh kabar bahwa dua warga New York meninggal akibat hujan hari ini. Ini benar-benar sebuah tragedi," tulisnya di X. Ia menambahkan bahwa pemerintah kota akan terus meningkatkan edukasi dan persiapan warga menghadapi risiko banjir.

Hujan deras pada Kamis (30/10) memecahkan tiga rekor curah hujan harian di wilayah New York. Awalnya diperkirakan turun selama beberapa jam, namun kenyataannya volume terbesar mengguyur hanya dalam waktu sekitar 10 menit—cukup untuk membuat sistem drainase kewalahan.

Departemen Taman Kota menerima lebih dari 140 laporan pohon tumbang, sementara ribuan pemadaman listrik dilaporkan di berbagai area. Cuaca ekstrem itu juga menimbulkan kekacauan transportasi, mulai dari penundaan dan pembatalan penerbangan di Bandara JFK, LaGuardia, dan Newark, hingga gangguan pada layanan kereta bawah tanah akibat rel yang tergenang.

Juru bicara Departemen Perlindungan Lingkungan New York mengatakan bahwa badai singkat namun intens ini mencerminkan pola cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. "Tim kami terus bergerak di seluruh kota untuk menangani laporan banjir dan membantu proses drainase," ujarnya.