26 Oktober 1984: Bayi Asal California Jalani Transplantasi Jantung Babon Pertama di Dunia

Kesulitan mencari pendonor jantung manusia, dokter ini menyarankan untuk transplantasi menggunakan jantung hewan.

Diterbitkan 26 Oktober 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Kelahiran bayi Fae dengan sindrom jantung kiri hipoplastik mengguncangkan dunia, di mana ia telah melakukan transplantasi jantung dengan babon pada 26 Oktober 1984 untuk menyelamatkan hidupnya. 

Bayi Fae dengan nama lengkap Stephanie Fae Beauclair, lahir dengan jantung berfungsi setengah. Sehingga ia menjalani operasi di rumah sakit Loma Linda oleh Dr. Leonard L. Bailey, di California Selatan, dilansir dari The New York Times, Minggu (26/10/2025).

Dr. Bailey, seorang dokter bedah jantung anak asal Amerika Serikat, melakukan transplantasi jantung dari seekor babon muda yang menjadi kesempatan terakhir untuk menyelamatkan bayi Fae.

Operasi tersebut pun mendapatkan izin oleh dewan etik rumah sakit yang ternyata akan melakukan lima operasi seperti ini.

Ibunya, Teresa Beauclair (24), bersama seorang teman yang menggendong bayi Fae membawa mereka sejauh 75 mil ke selatan menuju rumah sakit Loma Linda.

Meski memahami risikonya, Beuclair percaya bahwa keputusannya adalah bentuk kasih sayang terakhir sebagai seorang ibu, dan dirinya akan melakukan apa pun untuk memberi kesempatan hidup bagi putrinya.

Kondisi Bayi Fae

Dalam konferensi pers di rumah sakit, Dr. Bailey sangat bahagia karena bayi Fae tampak sehat setelah menerima jantung babon muda.

Namun, kesembuhannya tidak berjalan lancar karena terdapat penolakan dan kegagalan organ, sehingga ia meninggal pada 15 November 1984 setelah 21 hari bertahan hidup.

Untuk mengenang eksperimen ini, mereka mengabadikannya dalam film dokumenter tahun 2009 berjudul "Stephanie's Heart: The Story of Baby Fae." 

Dalam sebuah wawancara telepon, Beauclair menyadari bahwa usahanya belum tentu berhasil tetapi ia harus mencobanya demi sang anak.

"Saya tahu dia akan mati, tetapi jika saya tidak mencoba, saya akan selalu bertanya-tanya, bisakah kita menyelamatkannya?" ucapnya.

 

Aksi Protes Kemanusiaan

Akhir dari operasi ini memicu perhatian banyak orang dan aksi protes di depan rumah sakit, menilai eksperimen medis yang melibatkan primata melanggar etika dan kemanusiaan.

Dr. Roger Hadley, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Loma Linda, menanggapi kritik dan kekhawatiran terhadap keputusan yang bukan diambil secara tiba-tiba.

"Rumah sakit di Loma Linda ini berbasis agama dan universitasnya dikelola oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, transplantasi itu juga adalah tindakan yang benar dilakukan dan keinginan ini tidak tiba-tiba," ucap Dr. Hadley, teman sejawat Dr. Bailey.

Dari peristiwa ini, Beauclair bersama putranya tetap menjaga hubungan baik dengan Dr. Bailey, karena ia melihat Dr. Bailey sebagai sosok yang tulus telah menyelamatkan banyak anak selama bertahun-tahun.

Selain itu, Dr. Bailey melanjutkan kariernya hingga tahun 2017 sebelum akhirnya meninggal dunia akibat mengalami kanker leher dan tenggorokan pada usia 76 tahun.

Dengan demikian, operasi bayi Fae dikenang sebagai awal dari babak baru penyelamatan nyawa manusia, terutama bagi bayi dan anak-anak dengan kelainan jantung bawaan.