Trump Anugerahi Presidential Medal of Freedom ke Charlie Kirk, Ini Alasannya

Trump menyebut, Kirk tewas dalam usia yang masih muda dan sedang berada di masa keemasannya.

Diterbitkan 15 Oktober 2025, 14:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menganugerahi aktivis konservatif Charlie Kirk dengan Presidential Medal of Freedom secara anumerta pada Selasa (15/10/2025).

"Hari ini kita berada di sini untuk menghormati dan mengenang seorang pejuang kebebasan yang tak kenal takut, serta seorang pemimpin terkasih yang telah menginspirasi generasi mendatang dengan cara yang belum pernah saya lihat sebelumnya,” kata Trump dalam sebuah upacara di Gedung Putih.

"Ia adalah seorang patriot Amerika dengan keyakinan mendalam, kualitas terbaik, dan kaliber tertinggi — mendiang Charlie Kirk yang agung,” tambahnya.

Kirk, yang seharusnya berusia 32 tahun hari ini, ditembak mati pada 10 September saat berpidato di hadapan sekelompok mahasiswa di Utah Valley University di kota Orem, sekitar 64,4 kilometer di selatan Salt Lake City, dikutip dari Antara News, Rabu (15/10).

Seorang tersangka, Tyler Robinson yang berusia 22 tahun, ditangkap tak lama setelah serangan itu dan masih ditahan.

Trump mengatakan Kirk dibunuh "di masa keemasan hidupnya karena berani mengatakan kebenaran, karena menjalankan imannya, dan tanpa henti berjuang untuk Amerika yang lebih baik dan lebih kuat."

"Beliau mencintai negara ini, dan itulah mengapa sore ini, merupakan kehormatan bagi saya untuk secara anumerta menganugerahkan penghargaan sipil tertinggi bangsa kita, Presidential Medal of Freedom, kepada Charles James Kirk," tambahnya.

Presidential Medal of Freedom adalah "hal besar," kata Trump.

"Sangat sedikit orang yang mendapatkannya. Sejujurnya, sangat sedikit orang yang memenuhi syarat. Ini adalah keputusan presiden, tetapi kualifikasi yang sangat sulit didapatkan," tambahnya.

Erika Kirk, istri mendiang, menerima penghargaan tersebut atas nama suaminya dan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Trump atas penghormatan yang disebutnya mendalam dan bermakna.