Ini Alasan Gen Z Kerap Jadi Sasaran Empuk Penipuan Digital

Maraknya penipuan kini tidak hanya bertebaran di dunia nyata tapi juga di dunia maya.

Diterbitkan 03 November 2025, 19:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC Di era digital dan kemudahan bermain internet, banyak penipuan yang marak terjadi dengan memanipulasi informasi pribadi.

Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa Gen Z justru menjadi korban paling banyak.

Dibanding tahun lalu, penerima SMS berusia di atas 30 tahun mengalami peningkatan sebesar tujuh hingga delapan persen. Sedangkan, usia 18 hingga 29 tahun melonjak hingga 27 persen, dilansir dari Mental Floss, Senin (3/11/2025).

Menurut Laporan Siber Konsumen 2025 dari Consumer Reports, kasus Gen Z yang terjerumus dalam penipuan SMS mencapai rekor tertinggi.

Cara yang dilakukan penipu ini dimulai melalui aplikasi SMS atau pesan, yang membuat 10 persen mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

 

Alasan Utama Gen Z Mudah Terjebak

Presiden dan peneliti utama di Center for Generational Kinetics, Jason Dorsey, menjelaskan tiga alasan utama mengapa Gen Z rentan terhadap penipuan digital.

Pertama, SMS adalah saluran komunikasi utama bagi generasi ini, di mana terbiasa menggunakan berbagai aplikasi atau membuat status dengan media sosial yang berbeda.

Sehingga mereka terbiasa menerima ratusan pesan setiap hari yang menjadi celah sempurna bagi penipu.

Kedua, mereka cenderung tergabung dalam grup besar dengan kontak yang tidak dikenal. Hal ini memudahkan Gen Z lebih mudah salah mengira nomor penipu sebagai teman.

Ketiga, kemudahan bertransaksi melalui aplikasi seperti Venmo. Mereka terbiasa melakukan transaksi dan komunikasi yang cepat, sehingga akan sulit membedakan jika dirinya sedang ditipu.

Selain itu, Talker Research juga menyampaikan bahwa kerentanan ini banyak dialami warga Amerika Serikat yang menjadi target utama penipuan digital.

Mereka biasanya menerima panggilan dan pesan mencurigakan dua kali lebih banyak dibandingkan peduduk negara lain.

Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk berhati-hati membagikan data pribadi di berbagai aplikasi digital, agar mencegah dari kebocoran dan penyalahgunaan data.  Â