14 Oktober 1977: Aktivis Anti-Gay Anita Bryant Jadi Sasaran Lemparan Pai Saat Kampanye

Bagaimana Bryant menyuarakan kampanyenya mengenai Anti-Gay sehingga dilempari kue pai?

Diterbitkan 14 Oktober 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC Saat berjuang mempromosikan kampanye miliknya mengenai pencabutan undang-undang anti-diskriminasi yang melindungi kaum LGBTQ, Anita Bryant dilempari pai oleh aktivis Gay pada 14 Oktober 1977.

Pada 1977, ia menjadi aktivis politik, menentang peraturan daerahnya yang melarang diskriminasi berdasarkan orientasi seksual dalam perumahan dan pekerjaan. Kemudian ia melakukan tur ke berbagai wilayah untuk menyuarakan kampanye serupa, dilansir dari History.com, Selasa (14/10/2025).

Bryant dikenal luas di Amerika Serikat sebelum menjadi berita utama karena aktivisme politik anti-gay.

Ia juga pemenang Miss Tulsa 1957, runner-up Miss America 1960, sekaligus juru bicara Florida Orange Juice.

Selain itu, menjadi penyanyi pop dan tampil di pertunjukan paruh waktu Super Bowl V pada 1971. Tempat tinggal Bryant berada di Dade Country bersama suami dan anak-anaknya, yang menjadi saksi tempat ketenarannya memuncak.

Ketegangan Saat Kampanye Anti-Gay

Dalam turnya, Bryant berpendapat bahwa gerakan hak-hak gay mengancam dan merusak nilai-nilai keluarga kristen.

Bahkan ketakutannya menjadi lebih parah, orang dewasa Gay dapat melecehkan atau merekrut anak-anak dan memperluas komunitas mereka.

Baginya, homoseksualitas adalah bentuk "persimpangan" serta "kekejian Tuhan," sehingga menurutnya tidak layak mendapatkan perlindungan anti-diskriminasi.

Di tengah tur tersebut, ketika ia singgah di Des Moines, Iowa, aktivis gas Tom Higgins melempar pai ke wajah Bryant.

Namun, ia menanggapinya dengan santai, sebelum ia menangis dan mendoakan Higgins.

"Setidaknya ini pai buah," ucapnya.

Aktivis gay, Higgins, tidak sendirian dalam memprotes tur Bryant. Para pengunjuk rasa juga menelusuri kota-kota besar seperti Houston dan menggalang gerakan hak-hak gay.

Mereka memboikot jus jeruk Florida, dan membuat minuman bernama "Anita Bryants" untuk menyerukan protes terhadapnya.  

 

Kehidupan Setelah Kontroversi

Bryant tetap diakui publik sebagai wanita paling dikagumi majalah "Good Housekeeping" selama tiga tahun berturut-turut.

Namun pada 1980, kariernya sebagai juru bicara jus jeruk Florida berakhir, dan ia bercerai dari suaminya.

Warisan karier politik singkatnya masih terasa, terutama di Florida. Ia juga tetap menegaskan jika komunitas atau aktivis Gay tidak sesuai ajaran agamanya.

Hal ini juga tercermin dalam undang-undang "Dont' Say Gay" dan dorongan untuk "hak orang tua" yang mengingatkan kerja kerasnya pada retorika Bryant di 1970-an.