Liputan6.com, Brasilia - Brasil menaruh harapan besar pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) iklim COP30 yang akan digelar di jantung Amazon bulan depan.
Pemerintah berharap pertemuan ini dapat membuktikan bahwa di tengah dunia yang semakin terpecah, negara-negara masih mampu bersatu menghadapi krisis global yang paling mendesak: perubahan iklim, dikutip dari Channel News Asia, Senin (13/10/2025).
Namun, ambisi besar itu dihadapkan pada berbagai tantangan — mulai dari absennya Amerika Serikat, menurunnya minat politik terhadap aksi iklim, hingga harga akomodasi yang melonjak tajam dan berpotensi menghambat partisipasi negara-negara berkembang.
Advertisement
Sekitar 50.000 peserta diperkirakan akan hadir dalam konferensi dua minggu yang dimulai pada 10 November di Belem, kota yang dikenal sebagai pintu gerbang menuju hutan hujan Amazon.
Belem terletak di salah satu negara bagian termiskin Brasil, dan dipilih langsung oleh Presiden Luiz Inácio Lula da Silva sebagai lokasi yang merepresentasikan pentingnya hutan hujan bagi masa depan planet.
Pada Senin lalu, para menteri iklim dari berbagai negara telah berkumpul di Brasilia untuk mempersiapkan negosiasi intensif menjelang pertemuan tahunan PBB tersebut.
COP30 digelar di tengah kekhawatiran bahwa dunia semakin jauh dari target pembatasan pemanasan global hingga 1,5°C, sebagaimana diamanatkan Perjanjian Paris satu dekade lalu. Dua tahun terakhir tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah, sementara emisi gas rumah kaca dari negara-negara pencemar utama belum menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan.
Presiden Lula, yang rekam jejak lingkungannya masih menuai perdebatan—berhasil menekan deforestasi di Amazon namun juga membuka peluang eksplorasi minyak baru—berjanji bahwa “COP kali ini akan menjadi COP yang jujur.”
“Ini akan menjadi momen bagi para pemimpin dunia untuk membuktikan keseriusan komitmen mereka terhadap planet ini,” ujar Lula dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada 23 September lalu.
Diplomasi dan Tantangan Logistik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5353877/original/086442300_1758183475-balem_cop30.jpeg)
Bagi Lula, yang bersiap menghadapi pemilu tahun depan, COP30 juga menjadi ajang untuk memperkuat reputasi global Brasil setelah sebelumnya sukses menjadi tuan rumah KTT BRICS dan G20.
Sejumlah pemimpin dunia telah diundang ke Belem, namun kehadiran mereka belum sepenuhnya dikonfirmasi. Pangeran William dijadwalkan hadir mewakili Raja Charles III dari Inggris, sementara pemimpin Afrika Selatan dan Kolombia juga diperkirakan akan datang.
Di sisi lain, presiden Austria menolak undangan dengan alasan harga hotel yang terlalu tinggi. Beberapa negara seperti Gambia, Tanjung Verde, dan Jepang bahkan berencana mengurangi ukuran delegasinya.
Ketidakhadiran AS dan Ketegangan Politik
Situasi semakin rumit dengan keputusan Presiden AS Donald Trump yang diperkirakan tidak akan hadir. Trump, yang baru-baru ini menyebut perubahan iklim sebagai “tipuan” dalam pidatonya di PBB, juga berniat menarik AS dari Perjanjian Paris untuk kedua kalinya.
Absennya AS memperjelas ketiadaan pemimpin iklim global yang dominan, apalagi ketika Uni Eropa tengah bergulat dengan perpecahan internal dalam kebijakan hijaunya.
CEO COP30, Ana Toni, mengakui bahwa situasi saat ini adalah masa yang sangat sulit untuk menggalang komitmen global.
“COP tidak berada di ruang hampa. Ia mencerminkan ketegangan geopolitik dunia,” ujarnya kepada AFP.
Advertisement
Dari Tantangan ke Simbol Harapan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5296254/original/099683900_1753537856-Screenshot_2025-07-26_204900.jpg)
Di luar isu politik, COP30 juga dihadapkan pada masalah logistik serius. Harga akomodasi di Belem melonjak drastis, hingga mendorong penyelenggara untuk menawarkan sekolah, kapal pesiar, bahkan kamar motel sewa per jam sebagai tempat tinggal alternatif bagi para delegasi.
Meski begitu, Lula bersikeras menolak usulan untuk memindahkan lokasi konferensi.“Saya tahu Belem punya banyak tantangan,” katanya saat berkunjung ke kota berpenduduk 1,4 juta jiwa itu, di mana lebih dari separuh warganya hidup di permukiman kumuh.
“Kami menerima tantangan ini karena dunia perlu melihat sendiri apa itu Amazon,” tegasnya.
Dengan nada simbolis, presiden berusia 79 tahun itu menambahkan, “Jika perlu, saya akan tidur di atas perahu, di tempat tidur gantung. Yang penting dunia datang dan melihat sendiri masa depan bumi ada di sini.”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2339890/original/084402600_1535107853-amazon.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411652/original/066561300_1479706477-Brasil.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891677/original/000043600_1721008752-10_AP24196756280349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/934935/original/034536700_1437647124-AP_173328494831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513056/original/032314400_1782436532-jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450278/original/065503300_1782346556-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450011/original/019812700_1782346256-000_B88L4BD.jpg)