2 Juta Orang di Italia Gelar Aksi Solidaritas untuk Gaza, Layanan Vital Terdampak

Aksi mogok nasional ini dikritik PM Italia.

Diterbitkan 04 Oktober 2025, 08:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Roma - Lebih dari 2 juta orang di seluruh Italia turun ke jalan di lebih dari 100 kota pada Jumat (3/10/2025) untuk mengikuti aksi mogok umum satu hari sebagai bentuk dukungan bagi penduduk Gaza dan misi bantuan kemanusiaan. Demikian menurut keterangan serikat pekerja terbesar di Italia.

Serikat pekerja Italia menyerukan aksi setelah Global Sumud Flotilla, yang berusaha menembus blokade laut Israel guna mengirimkan bantuan ke Gaza, dicegat oleh Angkatan Laut Israel pada Rabu (1/10) malam. Sejak itu, protes dan demonstrasi bermunculan di seluruh Eropa dan dunia, namun yang paling besar gaungnya disebut terjadi di Italia.

Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni seperti dilansir AP mengecam aksi mogok. Dia memperkirakan itu akan menimbulkan gangguan besar di seluruh negeri dan menilai aksi tersebut bermuatan politik yang secara khusus ditujukan kepada pemerintah sayap kanan yang dipimpinnya.

Menurut serikat CGIL, sekitar 300.000 orang berbaris di jalanan Roma saja, sementara tingkat partisipasi nasional dalam aksi mogok mencapai sekitar 60 persen, menghentikan layanan utama di sektor-sektor penting termasuk transportasi dan sekolah.

Merembet hingga ke Sepak Bola

Di Florence, para pengunjuk rasa mendekati gerbang pusat pelatihan tim nasional sepak bola Italia untuk menuntut agar laga kualifikasi Piala Dunia melawan Israel tidak dimainkan karena perang di Gaza. Italia dijadwalkan menjamu Israel di Udine pada 14 Oktober. Karena Israel mengikuti kualifikasi Piala Dunia melalui zona Eropa, UEFA — yang menaungi kompetisi di kawasan ini — dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menangguhkan partisipasi Israel terkait perang tersebut.

Para pemain tidak berada di pusat pelatihan Coverciano di Florence saat itu, namun skuad akan berkumpul di sana pada hari Senin (6/10).

Para pengunjuk rasa disebut berperilaku damai di seberang jalan dari kompleks sepak bola, sambil mengangkat spanduk bertuliskan dalam bahasa Italia: "Hentikan Zionisme dengan perlawanan."

Pada Jumat pagi, sekitar 100.000 orang ikut serta dalam aksi di Kota Milan. Bentrokan singkat terjadi ketika sekelompok demonstran yang memblokade jalan tol kota mulai melempari polisi dengan botol dan polisi membalas dengan bom asap.

Bentrokan terpisah juga terjadi di Turin, Bologna, dan Napoli, namun sebagian besar protes berlangsung damai.

"Saya tetap meyakini bahwa semua ini tidak memberikan manfaat bagi rakyat Palestina. Sebaliknya, saya sadar hal ini justru akan menimbulkan banyak masalah bagi rakyat Italia," ujar Meloni kepada wartawan pada Kamis saat mengecam aksi mogok. "Revolusi dan akhir pekan panjang tidak pernah sejalan."

Pemimpin Italia itu menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengubah sikap Italia sebagai pendukung lama Israel dalam konflik Gaza, seiring makin banyaknya seruan untuk menghentikan krisis kemanusiaan besar-besaran yang sedang berlangsung di Gaza.