PM Italia Minta Global Flotilla Setop Upaya Tembus Gaza, Ini Alasannya

Ada alasan yang membuat Giorgia Meloni meminta misi Global Flotilla dihentikan.

Diterbitkan 01 Oktober 2025, 17:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Roma - Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memerintahkan armada kapal yang berlayar menuju Gaza untuk menghentikan perjalanan mereka, dengan alasan bahwa misi tersebut dapat merusak rencana Amerika Serikat dalam upaya mengakhiri perang Israel–Hamas.

Armada lebih dari 40 kapal dalam Global Sumud Flotilla (GSF) itu sebelumnya dikawal fregat Angkatan Laut Italia. Namun, pengawalan akan dihentikan setelah armada mencapai jarak 150 mil laut (278 km) dari pesisir Gaza.

Sesaat setelah tiba di titik itu pada Rabu, GSF menyatakan pihaknya berada dalam kondisi "siaga tinggi" menyusul meningkatnya aktivitas pesawat nirawak di atas wilayah mereka, dikutip dari laman BBC, Rabu (1/10/2025).

Meloni menegaskan, rencana perdamaian yang digagas AS telah menumbuhkan "harapan baru" bagi berakhirnya perang. Namun, ia juga memperingatkan bahwa "keseimbangan rapuh" itu bisa dengan mudah digagalkan.

"Saya khawatir upaya armada kapal untuk menembus blokade laut Israel dapat menjadi dalih yang menghancurkan peluang perdamaian," ujar Meloni.

Menurut Israel, armada tersebut seharusnya menyalurkan bantuan kemanusiaan lewat pelabuhan Israel, bukan langsung ke Gaza.

Dihuni Politisi hingga Greta Thunberg

GSF membawa lebih dari 500 orang, termasuk politisi Italia dan aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg. Dalam unggahan Telegram, mereka menyebut telah memasuki wilayah "berisiko", yakni jalur laut yang sebelumnya menjadi lokasi serangan atau pencegatan armada serupa.

GSF juga mengaku siap menghadapi kemungkinan intersepsi setelah sejumlah kapal asing tanpa identitas, sebagian tanpa lampu, sempat mendekati mereka.

Pemerintah Italia sendiri mendesak agar bantuan dihentikan di Siprus guna menghindari konfrontasi dengan Israel. Namun, GSF menolak kompromi itu.

"Angkatan Laut Italia tidak akan menggagalkan misi ini. Tuntutan kemanusiaan untuk mematahkan blokade tidak bisa ditunda ke pelabuhan lain," tegas GSF.

 

Tuduhan dan Kekhawatiran

Pekan lalu, Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengecam serangan drone misterius terhadap armada tersebut. Italia dan Spanyol bahkan sempat mengerahkan kapal perang setelah GSF melaporkan ledakan, drone di udara, dan gangguan komunikasi. Israel dituding berada di balik insiden itu, meski mereka membantah dan menegaskan armada adalah operasi Hamas—tanpa bukti.

Kekhawatiran juga datang dari Paus Leo XIV, yang menyerukan agar semua pihak menghormati keselamatan manusia.

"Mari berharap tidak ada kekerasan, dan setiap orang dihormati. Itu yang paling penting," ujarnya.

Sementara itu, Greta Thunberg membantah tudingan bahwa aksi ini sekadar pencitraan.

"Saya rasa tidak ada yang mau mempertaruhkan nyawa hanya demi aksi publisitas," katanya dalam wawancara dengan BBC.

Rencana perdamaian yang ditawarkan AS mencakup penghentian segera pertempuran, pembebasan 20 sandera Israel yang masih hidup serta penyerahan jenazah lebih dari dua lusin sandera yang diyakini tewas. Sebagai gantinya, ratusan warga Palestina yang ditahan Israel akan dibebaskan.