PM Kanada Carney Puji dan Kutip Pidato Prabowo di Sidang Umum PBB

PM Kanada Mark Carney secara terbuka puji dan kutip pidato Prabowo di Sidang Umum PBB.

Diterbitkan 25 September 2025, 14:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Ottawa - Perdana Menteri Kanada Mark Carney secara terbuka melayangkan pujian dan mengutip pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB ke-80. Pujian ini disampaikan dalam pertemuan bilateral penting di Ottawa, Kanada, pada Rabu (24/9/2025) sehari setelah Prabowo menyampaikan pidatonya di New York.

Carney secara spesifik menyebut pidato Prabowo sebagai "pidato yang fasih dan kuat", menyoroti pesan tentang harapan, optimisme, dan keyakinan tak tergoyahkan terhadap solidaritas semua bangsa. Momen ini menjadi penanda penting dalam hubungan diplomatik antara kedua negara.

Pujian tersebut tidak hanya memperkuat ikatan bilateral, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia di kancah internasional. Pertemuan ini juga bertepatan dengan penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA), yang merupakan perjanjian perdagangan bebas pertama Kanada dengan negara ASEAN.

Dalam pertemuan bilateral yang hangat, PM Kanada Mark Carney tidak ragu untuk mengapresiasi pidato Presiden Prabowo Subianto. Ia secara khusus menyoroti pesan Prabowo mengenai pentingnya tatanan multilateral yang adil dan inklusif bagi semua bangsa di dunia.

Carney mengutip langsung bagian pidato Prabowo yang menyatakan bahwa "perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan bukanlah hak istimewa segelintir orang." Kutipan ini menegaskan keselarasan pandangan kedua pemimpin mengenai pentingnya kesetaraan global.

Pujian ini disampaikan Carney di tengah dinamika perubahan global yang cepat, termasuk disrupsi sistem perdagangan, pergeseran geopolitik, serta revolusi AI. Menurut Carney, visi Prabowo menawarkan harapan dan optimisme di tengah tantangan tersebut.

Kedua pemimpin baru saja kembali dari Sidang Umum PBB ke-80 di New York, di mana pidato Prabowo menjadi sorotan. Hal ini menunjukkan bahwa pesan-pesan yang disampaikan Indonesia memiliki resonansi kuat di panggung internasional.

Penguatan Kerja Sama Bilateral dan Kesepakatan Strategis

Pertemuan antara Presiden Prabowo dan PM Carney di Ottawa tidak hanya diwarnai pujian, tetapi juga menghasilkan capaian konkret. Salah satu yang paling signifikan adalah penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA).

ICA-CEPA merupakan perjanjian perdagangan bebas pertama yang ditandatangani Kanada dengan negara anggota ASEAN, menandai babak baru dalam hubungan ekonomi kedua negara. Kesepakatan ini diharapkan dapat meningkatkan volume perdagangan dan investasi.

Selain itu, kedua pemimpin juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Departemen Pertahanan Nasional Kanada. MoU ini bertujuan memperluas kerja sama di bidang pertahanan.

Kerja sama pertahanan ini mencakup partisipasi Kanada dalam latihan bersama Super Garuda Shield, menunjukkan komitmen bersama terhadap stabilitas regional. Presiden Prabowo juga telah mengundang PM Carney untuk melakukan kunjungan balasan ke Indonesia, mempererat tali persahabatan.

Pidato Prabowo di Sidang Umum PBB: Sorotan dan Komitmen Global

Sebelum pertemuan bilateral di Ottawa, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan pidato perdananya di Sidang Umum PBB ke-80 pada 23 September 2025. Pidato tersebut menarik perhatian dunia dengan penegasan posisi Indonesia.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan dukungan kuat Indonesia terhadap solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina, serta menyerukan bantuan kemanusiaan mendesak untuk Gaza. Ia menekankan bahwa perdamaian abadi memerlukan pengakuan hak-hak Palestina dan keamanan Israel.

Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap misi perdamaian PBB, Prabowo juga menawarkan kesiapan Indonesia untuk mengerahkan 20.000 atau lebih pasukan penjaga perdamaian. Pasukan ini siap ditempatkan di zona konflik seperti Gaza, Ukraina, Sudan, dan Libya.

Pidato tersebut ditutup dengan salam multireligius, termasuk "Om Shanti, Shanti Shanti Om", yang melambangkan pesan harmoni di tengah ketidakpastian global. Pesan-pesan ini menunjukkan visi Indonesia sebagai aktor perdamaian dunia.