Demi Selamatkan Bayi, Ayah di China Rela Donorkan Organ Tubuh untuk Buah Hati

Bagaimana kondisi ayah ini setelah nekat donorkan hatinya untuk anaknya?

Diterbitkan 08 September 2025, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Seorang ayah muda di China menyentuh hati banyak orang di dunia maya setelah mendonorkan sebagian hatinya untuk menyelamatkan bayi perempuannya.

Pria bermarga Shen itu menunjukkan cinta dan pengorbanan luar biasa dengan memilih merawat diri sendiri di apartemen sewaan usai operasi, termasuk mengganti perban luka sendiri demi menekan biaya rumah sakit, dilansir dari SCMP, Senin (8/9/2025).

Shen dan istrinya, bernama Tao, sama-sama lahir setelah tahun 2000. Keduanya menikah pada 2024 di Ningbo, Provinsi Zhejiang, China tenggara.

Tak lama setelah itu, mereka dikaruniai seorang putri bernama Yiyi. Namun, Yiyi mengalami penyakit kuning yang terus-menerus setelah lahir.

Setelah menjalani berbagai pemeriksaan di banyak rumah sakit, pasangan muda ini mendapat kabar buruk: Yiyi menderita penyakit hati dan sirosis akibat kondisi genetik.

Awalnya, dokter menyarankan pengobatan konservatif karena kondisi Yiyi belum dianggap gawat.

"Saat itu, keadaannya tidak terlalu parah," ujar Tao kepada Xiaoxiang Morning Herald.

Ia menambahkan bahwa mereka hanya menggunakan obat-obatan rutin.

Namun, harapan itu pupus ketika kondisi Yiyi tiba-tiba memburuk. Transplantasi hati pun menjadi satu-satunya jalan keluar.

 

Perjuangan Kedua Orang Tua

Setelah hasil kecocokan keluar, Shen menjalani operasi transplantasi pada 13 Agustus dengan mendonorkan sebagian hatinya untuk Yiyi.

Tao mengatakan beban finansial keluarga muda ini sangat berat. Biaya medis sudah menembus 100 ribu yuan atau sekitar Rp224 juta.

Shen tetap bekerja sementara Tao fokus merawat Yiyi. Tetapi ketika kondisi putrinya semakin parah, ia memutuskan berhenti dari pekerjaannya.

Sejak itu, Shen mengambil berbagai pekerjaan serabutan demi mencukupi kebutuhan keluarga.

Untuk mengurangi biaya rumah sakit, Shen bahkan memilih keluar lebih awal dari perawatan. Ia merawat luka operasinya sendiri di rumah kontrakan mereka.

Hanya setengah bulan setelah operasi, ia sudah kembali ke Ningbo dan bekerja keras lagi untuk menghidupi keluarga.

Shen juga mendokumentasikan perjalanan mereka di media sosial dengan nama akun "Yiyi Fighting Monsters". Hingga kini, ia telah memiliki lebih dari 6.000 pengikut.

Dalam video-videonya, Shen kerap memperlihatkan dirinya mengganti perban sendiri sekaligus menuliskan pesan-pesan penuh haru.

Saat ini kondisi Yiyi dikabarkan membaik dan diperkirakan segera pulih.

"Kemarin dokter sudah melepas dua selang drainase, dan selang oksigen bertekanan tinggi juga sudah dicabut," kata Tao.

"Hari ini, mereka bilang kondisi Yiyi sangat baik dan mungkin bisa pulang minggu depan," tambahnya.

Kisah keluarga ini memicu gelombang dukungan emosional dan bantuan finansial di media sosial China.

"Sayang kecil, kamu punya seorang ayah yang sangat mencintaimu. Cepatlah sembuh," tulis seorang warganet.

"Semoga keluarga kecil ini selalu sehat dan damai," tulis warganet lain.