Dot Sebagai Pereda Stress Jadi Tren di China, Dokter Peringati Risiko Kesehatan

Bagaimana bisa benda seperti dot dapat meredakan stress?

Diterbitkan 04 Agustus 2025, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Sebuah fenomena yang menjadi tren di China menarik banyak perhatian warganet, siapa sangka benda seperti dot diklaim bisa meredakan kecemasan dan membantu tidur.

Sejumlah toko online mengklaim bisa menjual lebih dari 2.000 dot dewasa per bulan.

Dot ini berukuran lebih besar dibandingkan dot bayi dan dijual dengan harga 10 hingga 500 yuan atau sekitar Rp22 ribu sampai Rp1,4 juta, dilansir dari SCMP, Senin (4/8/2025).

Banyak toko mengklaim dot tersebut efektif untuk meredakan stres dan membantu tidur lebih nyenyak.

Ulasan Pengguna

Beberapa orang mengatakan dot dewasa ini juga membantu mereka berhenti merokok dan memperbaiki pola pernapasan.

"Ini sangat membantu saya berhenti merokok. Memberikan kenyamanan secara psikologis dan membuat saya tidak gelisah selama masa berhenti merokok," ujar salah satu pembeli.

Bagian dotnya transparan, sedangkan bagian pelindungnya tersedia dalam berbagai warna. Kualitasnya tidak usah diragukan, sesuai dengan harganya.

"Kualitas dot ini bagus, lembut, dan nyaman dipakai. Nggak bikin sesak napas juga," ujar salah satu pembeli.

Meskipun hanya dot, pembeli lainnya juga merasakan manfaat dari segi psikologis.

"Kalau saya lagi stres kerja, saya hisap dot itu. Rasanya kayak kembali ke masa kecil yang aman dan nyaman,” tulis pembeli lainnya.

Resiko Kesehatan

 Namun, para dokter mengingatkan adanya potensi bahaya bagi kesehatan.

"Kerusakan yang mungkin timbul pada mulut konsumen akibat dot ini kerap diabaikan oleh para penjualnya," ujar dokter gigi Tang Caomin dari Chengdu, Provinsi Sichuan, seperti dikutip media lokal.

Menurutnya, pemakaian dalam jangka panjang bisa membuat seseorang sulit membuka mulut dan merasakan nyeri saat mengunyah.

"Kalau dipakai lebih dari tiga jam sehari, posisi gigi bisa berubah dalam waktu setahun," kata Tang.

Ia juga memperingatkan risiko tersedaknya bagian dot saat pengguna tertidur.

Tanggapan Warganet

Psikolog asal Chengdu, Zhang Mo, mengatakan bahwa pengguna dot dewasa mungkin memiliki kebutuhan emosional yang belum terpenuhi.

"Solusi yang sebenarnya bukanlah memperlakukan diri layaknya anak-anak, tapi menghadapi tantangan secara langsung dan menyelesaikannya," ujarnya kepada media.

Produk ini pun ramai dibahas di media sosial Tiongkok. Di satu platform saja, topiknya sudah ditonton hingga 60 juta kali.

"Dunia ini udah gila, sampai orang dewasa pun pakai dot," tulis salah satu warganet.

"Bukankah ini pajak untuk orang-orang bodoh ya?" tambah pengguna lain dengan nada satir.