Trump Bantah PM Israel: Kelaparan di Gaza Nyata, Bukan Rekayasa

Lantas, apa yang akan dilakukan Trump setelah mengakui kelaparan di Gaza nyata?

Diperbarui 29 Juli 2025, 09:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Edinburgh - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (27/7/2025), menolak klaim mengenai kelaparan di Gaza. Dia menyebut laporan-laporan terkait isu ini sebagai kebohongan terang-terangan.

"Tidak ada upaya yang disengaja untuk membuat Gaza kelaparan dan tidak ada kelaparan di Gaza. Kami telah membuka akses bagi bantuan kemanusiaan selama perang berlangsung—kalau tidak, tidak akan ada lagi warga Gaza," ujar Netanyahu dalam sebuah konferensi di Yerusalem yang disiarkan oleh Daystar TV seperti dilansir AP.

Belakangan, pernyataan Netanyahu itu diketahui berseberangan dengan sekutunya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Kalau lihat dari tayangan di televisi, saya rasa tidak begitu karena anak-anak itu terlihat sangat kelaparan. Tapi kami sudah memberikan banyak uang dan makanan dan sekarang negara-negara lain juga mulai ikut turun tangan," kata Trump pada Senin (28/7), saat diminta tanggapannya soal pernyataan Netanyahu, seperti dikutip dari kantor berita NPR.

"Beberapa dari anak-anak itu — itu benar-benar menunjukkan kelaparan yang nyata. Saya melihatnya sendiri dan itu tidak bisa dipalsukan. Jadi, kami akan semakin terlibat."

Ketika ditanya apa yang akan dia minta dari Netanyahu dalam pembicaraan mereka berikutnya, Trump seperti dilansir The Guardian menjawab, "Saya ingin dia memastikan mereka menerima (bantuan) makanan tersebut. Saya ingin memastikan setiap ons makanan sampai kepada mereka." 

Trump menjawab pertanyaan wartawan tersebut selama kunjungannya ke Skotlandia, di mana dia bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Isu Gaza menjadi salah satu agenda pembahasan keduanya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu menyatakan bahwa selama bulan ini telah terjadi 63 kematian terkait malnutrisi di Gaza, termasuk 24 anak di bawah usia lima tahun — naik drastis dibandingkan 11 kematian yang tercatat selama enam bulan pertama tahun ini.

Sementara itu, otoritas kesehatan Gaza melaporkan angka yang lebih tinggi, yakni 82 kematian akibat malnutrisi sepanjang bulan ini: terdiri dari 24 anak-anak dan 58 orang dewasa. Pada Senin, mereka menyebut ada 14 kematian baru yang tercatat dalam 24 jam terakhir.

Klaim Israel: Lebih dari 120 Truk Bantuan ke Gaza di Hari Pertama Jeda

Israel mengaku pada Senin bahwa lebih dari 120 truk bantuan makanan telah didistribusikan oleh PBB dan lembaga-lembaga kemanusiaan di Gaza di hari pertama pelaksanaan penghentian sementara operasi militer di tiga wilayah berpenduduk padat di Gaza, yakni Kota Gaza, Deir al-Balah, dan Muwasi.

Israel mengumumkan jeda terbatas tersebut pada Minggu, menyusul tekanan yang meluas dari komunitas internasional atas bencana kemanusiaan di Gaza.

"Lebih dari 120 truk dikumpulkan dan didistribusikan kemarin oleh PBB dan organisasi internasional," kata COGAT — badan di bawah Kementerian Pertahanan Israel yang mengawasi urusan sipil di wilayah Palestina.

COGAT menambahkan lewat unggahan di platform X, "Sebanyak 180 truk tambahan telah memasuki Gaza dan kini menunggu untuk ditangani dan didistribusikan, bersama ratusan truk lainnya yang masih mengantre untuk dijemput oleh PBB."

Secara terpisah, Israel, Yordania, dan Uni Emirat Arab juga telah melakukan pengiriman bantuan dalam jumlah kecil melalui jalur udara.

Lebih dari dua juta warga Palestina tinggal di Gaza. Sebelum meletusnya perang yang telah berlangsung selama 21 bulan terakhir, wilayah tersebut memerlukan sekitar 500 truk per hari yang membawa barang dagangan dan bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduknya.

"Semakin konsisten proses penerimaan dan distribusi bantuan oleh PBB dan organisasi internasional maka semakin banyak bantuan yang akan menjangkau mereka yang paling membutuhkan di Gaza," klaim COGAT.

Penyaluran Bantuan Sulit dan Lambat

PBB seperti dikutip dari AP menyatakan bahwa proses penyaluran bantuan yang diizinkan masuk ke Gaza semakin sulit dilakukan.

Saat bantuan masuk, biasanya hanya diturunkan di dekat perbatasan sisi Gaza. Setelah itu, PBB harus mendapat izin militer dari Israel untuk mengirim truk-truk mereka mengambil bantuan tersebut.

Namun, menurut PBB, dalam tiga bulan terakhir, lebih dari separuh permintaan pergerakan truk mereka ditolak atau dihambat oleh militer Israel.

Kalaupun PBB berhasil mengambil bantuan itu, konvoi mereka kerap diserbu oleh kerumunan warga kelaparan dan geng bersenjata, yang langsung menjarah isi truk.PBB dan mitra-mitranya telah menyatakan bahwa cara terbaik untuk mengirimkan makanan ke Gaza adalah melalui truk. Mereka telah berulang kali mendesak Israel untuk melonggarkan pembatasan terhadap truk-truk tersebut. Satu truk biasanya membawa sekitar 19 ton bantuan.