Pemerintah Rusia: 48 Penumpang Angara Airlines Tewas, Tak Ada yang Selamat

Badan pesawat terbakar akibat kecelakaan dan berhasil ditemukan di area terpencil di timur wilayah Moskow.

Diperbarui 24 Juli 2025, 20:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Moskow - Seluruh 48 penumpang dan awak pesawat Angara Airlines yang jatuh di wilayah Timur Jauh Rusia dipastikan tewas. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Gubernur Wilayah Amur, Kamis (24/7/2025), beberapa jam setelah puing-puing pesawat ditemukan di lereng perbukitan di dekat kota Tynda.

Kementerian Situasi Darurat Rusia sebelumnya melaporkan bahwa badan pesawat terbakar berhasil ditemukan di area terpencil, lebih dari 7.000 kilometer di timur Moskow, dikutip dari laman AP News, Kamis (24/7).

Pesawat turboprop bermesin ganda buatan era Soviet itu diketahui jatuh di tengah kawasan hutan lebat yang sulit dijangkau.

Pesawat yang dioperasikan oleh maskapai regional Angara Airlines tersebut sedang dalam penerbangan dari Khabarovsk menuju Blagoveshchensk, sebuah kota yang berbatasan langsung dengan Tiongkok, dan direncanakan melanjutkan perjalanan ke Tynda.

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan belum dapat dipastikan. Namun, kantor berita Interfax, mengutip sumber anonim dari tim penyelamat, menyebutkan bahwa cuaca buruk diduga kuat menjadi faktor pemicu tragedi tersebut. Beberapa laporan media Rusia juga menyebutkan bahwa pesawat tersebut berusia hampir 50 tahun, berdasarkan identifikasi nomor registrasi di bagian ekor pesawat.

Gambar-gambar dari lokasi kejadian yang tersebar di media pemerintah memperlihatkan puing-puing pesawat berserakan di tengah hutan, diselimuti asap dan dikelilingi pepohonan yang hangus terbakar.

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan udara di wilayah terpencil Rusia yang kerap mengalami kendala dalam infrastruktur, cuaca ekstrem, dan usia pesawat yang uzur. Pemerintah Rusia menyatakan tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab tragedi ini.