Korban Tewas Akibat Cuaca Ekstrem di Korea Selatan Jadi 17 Orang, 11 Lainnya Masih Hilang

Jumlah korban jiwa terus bertambah sepanjang hari karena jasad orang-orang yang sebelumnya dilaporkan hilang, di mana banyak di antaranya tertimbun tanah longsor, ditemukan.

Diterbitkan 21 Juli 2025, 08:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Seoul - Hujan deras yang melanda Korea Selatan telah menewaskan sedikitnya 17 orang dalam beberapa hari terakhir. Demikian menurut catatan pemerintah pada Minggu (20/7/2025), sementara 11 orang lainnya masih dinyatakan hilang akibat hujan deras yang terus mengguyur.

Korea Selatan biasanya mengalami hujan musim panas (monsun) pada Juli dan umumnya sudah siap menghadapinya. Namun, menurut data resmi, pekan lalu wilayah selatan negara itu dilanda hujan dengan intensitas tertinggi dalam hitungan jam yang pernah tercatat.

Pada Minggu pagi, banjir juga melanda wilayah utara setelah hujan deras hampir mencapai 170 mm mengguyur Gapyeong di Provinsi Gyeonggi, yang terletak di sebelah timur ibu kota Seoul. Sedikitnya dua orang tewas dan lima lainnya dilaporkan hilang.

Seorang perempuan berusia 70-an tahun tewas setelah rumahnya tertimbun tanah longsor, sementara jasad seorang pria berusia 40-an ditemukan di dekat sebuah jembatan setelah dia tenggelam. Demikian dilaporkan kantor berita Yonhap.

"Jumlah total korban tewas akibat hujan deras selama lima hari terakhir kini mencapai sedikitnya 17 orang, dengan 11 orang masih hilang," ungkap data Kementerian Dalam Negeri per Minggu malam seperti dilansir CNA.

Sebagian besar korban tewas terjadi di Sancheong di wilayah selatan, yang telah diguyur hampir 800 mm hujan sejak Rabu (16/7).

Dengan ditemukannya jasad beberapa orang yang sebelumnya dilaporkan hilang pada Minggu, jumlah korban tewas di wilayah berpenduduk 33.000 jiwa itu naik menjadi 10 orang, dengan empat orang lainnya masih belum ditemukan.

Para ilmuwan mengatakan bahwa perubahan iklim telah menyebabkan kejadian cuaca ekstrem menjadi lebih sering dan lebih intens di seluruh dunia.

Pada 2022, Korea Selatan mengalami hujan dan banjir terparah dalam sejarah, yang menewaskan sedikitnya 11 orang.

Korban tewas termasuk tiga orang yang terjebak dan meninggal di sebuah apartemen semi-basement di Seoul—jenis tempat tinggal yang menjadi dikenal secara internasional karena film peraih Oscar, "Parasite".

Pemerintah saat itu mengatakan bahwa curah hujan tersebut merupakan yang terlebat sejak pencatatan dimulai dan menyalahkan perubahan iklim sebagai penyebab cuaca ekstrem.