Prabowo Undang Putra Mahkota Arab Saudi MBS Kunjungi Indonesia

Isu Palestina merupakan salah satu topik pembahasan dalam pertemuan Prabowo dengan MBS di Jeddah.

Diperbarui 07 Juli 2025, 15:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Riyadh - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengundang Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud alias MBS untuk melakukan kunjungan ke Indonesia. Hal ini disampaikannya selama pertemuannya dengan MBS di Istana Al-Salam di Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu (2/7/2025).

"Presiden Prabowo menyampaikan undangan kepada Yang Mulia Pangeran Mahkota untuk melakukan kunjungan balasan ke Indonesia pada waktu yang disepakati bersama," demikian pernyataan bersama kedua pihak seperti dilansir kantor berita Saudi Press Agency (SPA).

Melansir situs web setneg.go.id, kunjungan ini merupakan kunjungan perdana Presiden Prabowo ke Arab Saudi sejak resmi menjabat sebagai kepala negara. Kunjungan ini menandai komitmen pemerintah Indonesia untuk mempererat hubungan bilateral dengan Arab Saudi sebagai mitra strategis di kawasan Timur Tengah.

Selain urusan bilateral, pertemuan Prabowo dan MBS, yang juga berstatus sebagai perdana menteri Arab Saudi, membahas sejumlah isu internasional, termasuk Palestina.

"Mengenai perkembangan situasi di Palestina, kedua pihak menyatakan keprihatinan mendalam terhadap bencana kemanusiaan yang terjadi di Gaza, serta menegaskan kembali komitmen mereka untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan dan bantuan darurat guna mengatasi dampak agresi Israel. Mereka menyerukan kepada masyarakat internasional untuk segera mengambil langkah-langkah praktis guna mengakhiri krisis kemanusiaan tersebut, serta menekankan pentingnya agar Israel mematuhi gencatan senjata," bunyi pernyataan bersama Indonesia-Arab Saudi.

"Kedua pihak juga mengecam kebijakan Israel yang menggunakan blokade dan kelaparan sebagai senjata terhadap warga sipil di Gaza. Mereka menyatakan penolakan tegas terhadap segala bentuk pemindahan paksa warga Palestina, baik di dalam negeri maupun ke luar wilayah mereka, yang dinilai sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Selain itu, mereka mengecam berlanjutnya serangan Israel terhadap para pekerja kemanusiaan, serta menekankan pentingnya peran masyarakat internasional untuk menekan Israel agar mematuhi hukum internasional dan resolusi-resolusi legitimasi internasional."

Kedua pihak menegaskan perlunya semua negara untuk mengecam pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh Israel, mendorong masyarakat internasional untuk menuntut pertanggungjawaban sesuai dengan hukum internasional, serta menekan Israel agar menjalankan kewajiban-kewajibannya. Mereka menekankan pula pentingnya memastikan akses organisasi-organisasi kemanusiaan internasional dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan dan bantuan darurat kepada rakyat Palestina—termasuk organisasi-organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA)—serta mendukung penuh upaya-upaya mereka dalam hal tersebut.

"Kedua pihak menegaskan bahwa keamanan dan stabilitas di Palestina hanya dapat dicapai melalui penerapan resolusi-resolusi internasional terkait solusi dua negara. Hal ini harus dilakukan dengan menciptakan kondisi yang mendukung untuk hidup berdampingan secara damai, mendorong pembangunan ekonomi, dan memungkinkan rakyat Palestina memperoleh hak-hak sah mereka, termasuk pendirian Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat di sepanjang perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," sebut pernyataan bersama Indonesia-Arab Saudi.

Â