Menhan AS Mendadak Batal Kunjungi Israel, Ada Apa?

Pentagon telah bersuara atas pembatalan kunjungan Hegseth.

Diperbarui 10 Mei 2025, 20:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS) Pete Hegseth membatalkan kunjungannya ke Israel yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin (12/5/2025). Keputusan ini diambil setelah Presiden Donald Trump memintanya untuk ikut dalam perjalanan ke Timur Tengah menggunakan Air Force One dari Washington. Informasi ini dikonfirmasi oleh tiga pejabat dari Israel dan AS.

Mengutip Axios, pembatalan ini disebut menjadi sinyal politik penting, yaitu Trump tetap memberi dukungan penuh kepada Hegseth, meskipun sang menteri diterpa berbagai kontroversi selama tiga bulan terakhir.

Dalam wawancara dengan Kristen Welker dari NBC pekan lalu, Trump menyatakan Hegseth melakukan pekerjaan yang sangat baik dan bahwa posisinya sebagai menteri pertahanan sepenuhnya aman.

Menurut seorang pejabat Israel, rencana kunjungan Hegseth ke Israel sudah disusun sejak beberapa hari sebelumnya. Dia dijadwalkan bertemu dengan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Selain itu, Hegseth juga direncanakan mengikuti pengarahan militer di atas kapal Angkatan Laut Israel di lepas pantai Jalur Gaza.

Agenda awalnya, Hegseth akan bertolak dari Israel ke Arab Saudi pada Selasa (13/5) untuk bergabung dalam kunjungan kenegaraan Presiden Trump. Namun, pada Kamis (8/5), tim Hegseth memberi tahu Kementerian Pertahanan Israel bahwa rencana tersebut dibatalkan karena Presiden Trump ingin Hegseth ikut dalam rombongan sejak keberangkatan dari Washington. Dua pejabat AS turut mengonfirmasi informasi ini.

Selain Hegseth, beberapa pejabat tinggi lainnya juga akan mendampingi Trump dalam kunjungan ke Timur Tengah, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Energi Chris Wright, dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick.

Menanggapi pemberitaan tentang pembatalan ini, juru bicara Pentagon Sean Parnell menyampaikan klarifikasi melalui platform media sosial X.

"Menhan tidak membatalkan kunjungannya ke Israel," tulis Parnell. "Dia diminta untuk ikut serta dalam perjalanan Presiden Trump ke Timur Tengah pekan depan dan merasa terhormat atas permintaan tersebut. Menteri pertahanan sangat menantikan untuk segera mengunjungi sekutu kita, Israel."