23 April 2024: Petaka 2 Helikopter Angkatan Laut Malaysia Tabrakan di Udara, 10 Orang Tewas

Perdana Menteri Anwar Ibrahim menggambarkan insiden kecelakaan helikopter jelang Hari Angkatan Laut Malaysia itu sebagai "tragedi yang menyayat hati".

Diterbitkan 23 April 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Ipoh - Sebuah tragedi terjadi jelang peringatan Hari Angkatan Laut Malaysia setahun yang lalu; sepuluh awak tewas setelah dua helikopter bertabrakan di udara dan jatuh ke tanah.

Angkatan Laut Kerajaan Malaysia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kedua helikopter itu bertabrakan pada Selasa 23 April 2024 pagi, saat mereka mengikuti latihan udara di Lumut utara, tempat markas besar angkatan laut.

Satu helikopter, Maritime Operations Helicopter (HOM) atau Helikopter Operasi Maritim Agusta Westland AW139, jatuh di dekat tempat duduk stadion yang ditinggikan di kompleks tersebut. Sementara yang kedua, Eurocopter Fennec, jatuh di dekat kolam renang.

Angkatan laut Malaysia mengatakan ada tujuh awak di dalam Agusta dan tiga di Eurocopter. Semua dipastikan tewas di tempat kejadian kecelakaan helikopter, yang terjadi sekitar pukul 9.30 pagi (01:30 GMT)

"Angkatan laut akan membentuk badan investigasi untuk menentukan penyebab insiden", katan pihak Angkatan laut Malaysia seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (23/4/2025).

Perdana Menteri Anwar Ibrahim menggambarkan insiden itu sebagai "tragedi yang menyayat hati" dan mengonfirmasi penyelidikan akan dilakukan kala itu.

Adapun video yang dibagikan di media sosial menunjukkan beberapa helikopter terbang di atas stadion dengan beberapa pasukan dalam formasi di stadion di bawahnya.

Satu helikopter tampak menabrak rotor belakang helikopter lain sebelum keduanya jatuh ke tanah.

Sebagai informasi, petaka itu melanda awak helikopter yang sedang berlatih untuk perayaan Hari Angkatan Laut minggu depan yang dimulai pada tanggal 3 Mei 2024.

 

Rangkaian Kecelakaan Helikopter di Malaysia

Malaysia telah mengalami sejumlah kecelakaan helikopter selama dekade terakhir.

Pada tahun 2015, Jamaluddin Jarjis, yang saat itu menjabat sebagai duta besar Malaysia untuk Amerika Serikat dan mantan menteri pemerintah, termasuk di antara lima orang yang tewas ketika helikopter yang mereka tumpangi jatuh ke hutan di negara bagian Selangor bagian tengah.

Setahun berikutnya pada 2016, enam orang tewas ketika helikopter yang mereka tumpangi jatuh di negara bagian Sarawak, Kalimantan. Korban tewas termasuk Wakil Menteri Perkebunan dan Komoditas Noriah Kasnon.

Pada tahun 2020, dua orang tewas setelah dua helikopter saling bersinggungan dan jatuh di sebelah timur Kuala Lumpur.

Pada bulan Agustus tahun 2023, 10 orang tewas setelah sebuah jet pribadi jatuh di jalan raya di sebelah barat kota. Korban tewas termasuk seorang politisi senior dari negara bagian Pahang dan ajudannya, serta dua orang di darat.

Â