Trump Tarik Staf USAID di Seluruh Dunia

Pengumuman penarikan staf tetap ini disampaikan secara daring.

Diperbarui 05 Februari 2025, 17:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Pemerintahan Donald Trump menempatkan staf tetap Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) di seluruh dunia dalam status cuti, kecuali mereka yang dianggap esensial.

Mengutip CNN, Rabu (5/2/2025), cuti administratif berlaku sejak Jumat (7/2).

Pengumuman yang dipasang secara daring pada Selasa (4/2) memberi waktu 30 hari bagi staf untuk kembali ke rumah, sebuah langkah yang mengganggu misi luar negeri USAID yang telah berjalan lebih dari enam dekade.

Setelah Trump membekukan bantuan luar negeri, sejumlah besar staf USAID dan program-program bantuan di seluruh dunia diberhentikan.

Situs web USAID bahkan sempat dihapus oleh Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang dipimpin oleh Elon Musk pada akhir pekan lalu. Situs web tersebut baru kembali online pada Selasa malam, dengan pengumuman yang menginformasikan tentang penarikan atau pemecatan staf global sebagai satu-satunya isi konten.

Keputusan untuk menarik staf beserta keluarga mereka lebih awal dari jadwal yang direncanakan diperkirakan akan menelan biaya puluhan juta dolar untuk biaya perjalanan dan pemindahan. Staf yang ditempatkan dalam status cuti ini termasuk pegawai asing dan pegawai sipil yang memiliki perlindungan hukum terhadap pemecatan tanpa alasan yang jelas.

Asosiasi Layanan Luar Negeri AS (AFSA), serikat pekerja yang mewakili anggota Layanan Luar Negeri AS termasuk diplomat dan pegawai lainnya, mengutuk keputusan ini dan menginformasikan kepada anggotanya bahwa mereka sedang mempersiapkan langkah hukum untuk melawan atau menghentikan keputusan tersebut. Staf lokal yang bekerja di USAID tidak memiliki banyak pilihan dan tidak termasuk dalam tawaran pengunduran diri sukarela dari pemerintah federal. Demikian seperti dikutip dari The Guardian.

Pengumuman tersebut menyebutkan bahwa staf yang bertanggung jawab atas "fungsi-fungsi penting misi, kepemimpinan inti, dan program-program khusus" akan dikecualikan dari cuti, dan mereka akan diberitahu pada Kamis (6/2) sore.

"Terima kasih atas pelayanan Anda," bunyi penutup pengumuman itu.