Sukses

Dubes RI Sambut 39 Penerima Beasiswa IISMAVO di Inggris

Liputan6.com, Nottingham - Duta Besar RI di Inggris, Desra Percaya, menyambut para penerima International Student Mobility Awards for Vocational Edition (IISMAVO). Sesuai namanya, IISMAVO adalah IISMA untuk pendidikan vokasi. Acara penyambutan berlangsung secara hybrid di Aula Rektor Universitas Nottingham.

Berdasarkan laporan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Selasa (11/10), mereka disambut langsung oleh Vice Chancellor Universitas Nottingham, Profesor Shearer West selaku tuan rumah. Turut hadir secara daring, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Kiki Yuliati bersama Kepala Program IISMAVO, Hilda Cahyani dan sejumlah pelaksana program lainnya.

Dalam sambutannya, Shearer West mengucapkan selamat datang di Universitas Nottingham kepada 39 awardees. Menurutnya, saat ini pendidikan tinggi tengah menghadapi tantangan global. Mereka dituntut terus berinovasi untuk membantu dunia mengatasi sejumlah isu, seperti pandemi, bencana alam, dan perubahan iklim. Oleh karena itu, dengan berbagai penelitian yang memadai dan koneksi yang baik di industri inovasi global maka Universitas Nottingham akan bekerja sama dengan Indonesia untuk mengatasi tantangan tersebut.

“Para mahasiswa Universitas Nottingham, di sini kalian akan belajar beragam skills untuk menghadapi dunia yang terus berubah dan semakin global. Saya harap kalian bisa memanfaatkan setiap kesempatan yang kalian miliki untuk berkembang di sini, tidak hanya dari dalam kelas tapi juga dari kegiatan sosial. Selamat datang ke keluarga Nottingham,” ujar West.

Menanggapi sambutan West, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, menyampaikan rasa terima kasihnya atas penyambutan dan dukungan tiada henti yang diberikan oleh Universitas Nottingham dalam kolaborasi program IISMAVO sejak awal, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan program yang akan dimulai pekan depan tersebut.

“Hari ini menandai tonggak penting bagi kami di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, di mana untuk pertama kalinya dalam sejarah, kita bisa mengirim mahasiswa vokasi untuk ke luar negeri, untuk satu kesempatan yang baik ini,” kata Kiki.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Dunia Sudah Berubah

Lebih lanjut, Kiki menjelaskan bahwa dunia memang sudah berubah. Seiring dengan kemajuan teknologi yang pesat, mobilitas internasional dan interaksi antarmanusia dari berbagai negara menjadi hal yang lumrah terjadi.

Oleh karena itu, mereka membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang tepat untuk berinteraksi secara global dengan orang-orang internasional. IISMAVO pun memainkan peran penting untuk mengembangkan pendidikan di ranah global.

“Melalui IISMAVO, pemerintah Indonesia memberikan dukungan keuangan yang kuat bagi siswa vokasi di negara ini untuk mendapatkan pengalaman internasional dalam pendidikan,” kata Kiki lebih lanjut.

Tak lupa, Dirjen Kiki juga menitipkan para mahasiswa untuk dididik dengan cara terbaik di Universitas Nottingham yang disebutnya sebagai salah satu universitas terbaik di Inggris dan disegani secara global. Kepada mahasiswa penerima beasiswa, Kiki juga memberi motivasi untuk semangat belajar dalam mengarungi perjalanan penuh pengalaman selama program berlangsung.

“Masih banyak yang harus dipelajari dan dijelajahi. Saya berharap bisa melihat Anda semua di Indonesia dengan pikiran terbuka dan ide-ide yang cemerlang,” kata Kiki berpesan.

 

3 dari 4 halaman

Dubes Desra Siap Mendukung

Pesan yang serupa juga disampaikan Desra Percaya selaku Duta Besar RI untuk Inggris Raya. Kepada West ia menyampaikan bahwa para awardees merupakan mahasiswa berbakat karena mereka telah mengalahkan ratusan pendaftar magang sebelum berhasil lolos ke Universitas Nottingham.

Desra percaya bahwa mahasiswanya telah berada di tangan yang tepat. Oleh karena itu, ia berharap para mahasiswa ini bisa memanfaatkan kesempatan di Universitas Nottingham tersebut sebaik mungkin untuk menimba ilmu dan pengalaman, magang, serta membangun relasi.

“Kami akan mendukung proses belajar kalian di sini. Jaga nama baik Indonesia, kalian adalah duta Indonesia sesungguhnya,” kata Desra.

Menutup acara penyambutan, perwakilan mahasiswa yang diwakili oleh Faishal Hanif Permata dan Audrey Sophia Rekka Kamah memberikan cendera mata berupa kain songket kepada Shearer West dan Desra Percaya.

Sebagaimana diketahui, secara bertahap, 39 orang mahasiswa dikirim ke Universitas Nottingham sejak Jumat (30/9) lalu melalui program IISMAVO. Nantinya, mereka akan belajar selama satu semester di Universitas Nottingham. Para penerima beasiswa tersebut merupakan mahasiswa sarjana terapan dan diploma dari perguruan tinggi vokasi yang berada pada semester empat sampai dengan enam. Kesempatan tersebut mereka peroleh setelah melalui berbagai tahapan seleksi hingga akhirnya terpilih sebagai duta bangsa untuk belajar di luar negeri.

4 dari 4 halaman

Mendikbudristek Nadiem Makarim Bicara Teknologi Pendidikan di Markas PBB

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim didapuk berbicara mengenai teknologi dalam pendidikan pada rangkaian Transforming Education Summit yang dihelat di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kota New York, Amerika Serikat (AS).

"Menggunakan teknologi dalam pendidikan bukanlah suatu pilihan bagi Indonesia karena beragamnya sekolah, demografi, pemangku kepentingan, dan lain sebagainya. Teknologi dalam pendidikan sudah menjadi keniscayaan," kata Nadiem Makarim dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (18/9/2022) dilansir Antara.

Diketahui, pada April 2020, 96 persen sekolah di Indonesia tutup karena pandemi. Hal tersebut mengakibatkan krisis pembelajaran dan disparitas akses terhadap teknologi yang kian nyata.

 

"Pemerintah Indonesia melalui Kemendikbudristek secara cepat mengubah pendekatan akan teknologi. Sering kali teknologi dipikirkan hanya setelah suatu program diluncurkan dan mengesampingkan kemudahan bagi pemangku kepentingan untuk menggunakannya. Sekarang sebaliknya, teknologi dikembangkan secara serius bersamaan dengan direncanakannya suatu kebijakan, serta mengedepankan kebermanfaatan dan kemudahan akses bagi para penggunanya," jelas Nadiem. 

Penjelasan Mendikbudristek tersebut dibuktikan dengan berbagai platform teknologi yang kini digunakan jutaan guru, sivitas akademika, mitra-mitra pendidikan, dan UMKM. Sebut saja platform Merdeka Mengajar, Rapor Pendidikan, Kampus Merdeka, Kedaireka, belajar.id, Arkas, TanyaBOS, dan SIPLah.

"Platform Merdeka Mengajar telah digunakan 1,6 juta guru sejak tujuh bulan diluncurkan. 55 ribu konten pembelajaran bagi guru tersedia pada platfom tersebut. 92 ribu guru pun telah mengunggah konten agar menginspirasi guru lainnya di berbagai pelosok Indonesia," jelas Nadiem.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS