Sukses

Tragedi Kanjuruhan Malang, Paus Fransiskus Mendoakan Korban Tewas dan Luka

Liputan6.com, Vatikan - Paus Fransiskus menyampaikan doa dan pikirannya kepada para korban tewas dan terluka di tragedi Kanjuruhan Malang, insiden paling mematikan dalam sejarah sepak bola Indonesia.

"Saya berdoa untuk mereka yang kehilangan nyawa dan yang terluka setelah bentrokan yang meletus setelah pertandingan sepak bola di Malang, Indonesia," kata Paus Fransiskus dikutip dari laman Vatican News, Senin (3/10/2022).

Dalam situs berita tersebut disebutkan sedikitnya ada 125 orang tewas dalam bentrokan yang terjadi setelah polisi menembakkan gas air mata kepada suporter yang menyerbu lapangan Stadion Kanjuruhan Malang di Jawa Timur tempat tim tuan rumah bermain.

Sementara disebutkan sekitar 180 lainnya terluka dalam peristiwa yang juga dikenal dengan tragedi Arema.

Saat kepanikan menyebar, ribuan orang dilaporkan berlarian menuju pintu keluar, di mana banyak yang tewas lantaran lemas sesak napas.

Presiden Indonesia, Joko Widodo, telah memerintahkan semua pertandingan di liga 1 Indonesia harus dihentikan sambil menunggu masa penyelidikan.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva juga mengucapkan belasungkawa atas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang.

Pesan duka ini disampaikan dalam Telegram resmi Kedubes Rusia.

"Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobievadan seluruh staf Kedubes Rusia di Jakarta mengucapkan belasungkawa yang mendalam terkait tragedi di Malang," demikian bunyi pernyataan tersebut dikutip dari akun Telegram Kedubes Rusia, Senin (3/10/2022).

"Turut berduka cita bersama dengan kerabat mereka yang meninggal dunia. Mengharapkan agar mereka yang luka-luka cepat pulih kembali."

Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins menyampaikan doa untuk korban. Dalam utasnya, Dubes Jenkins turut mendoakan para korban dan keluarga atas tragedi Kanjuruhan.

"Turut berduka cita atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden yang terjadi di pertandingan sepak bola di Malang. Doa kami menyertai keluarga para korban 🙏," tulis Dubes Owen Jenkins di akun Twitter @DubesInggris yang dikutip Minggu (2/10/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Disorot Media Asing

Sebelumnya, tragedi Kanjuruhan Malang juga menjadi sorotan media asing selain jadi trending topik di Twitter. Jumlah korban dalam peristiwa tersebut yang mayoritas mencuri perhatian dalam pemberitaan mereka.

Salah satu yang mengulas isu tersebut adalah media Inggris Mirror.co.uk, melalui artikel bertajuk "127 football fans killed in mass riot involving tear gas as league suspended".

"Sedikitnya 127 suporter sepak bola dilaporkan tewas di Indonesia setelah terjadi kerusuhan menyusul pertandingan liga Arema FC melawan Persebaya Surabaya," tulis media tersebut.

Media Inggris lain yang juga memuat kabar tragedi Arema hari ini adalah The Guardian. Dengan artikel "More than 120 people reportedly killed in riot at Indonesian football match".

"Perkelahian kabarnya dimulai saat ribuan suporter Arema berhamburan ke lapangan usai timnya kalah. Pemain Persebaya langsung meninggalkan lapangan, namun beberapa pemain Arema yang masih berada di lapangan juga ikut diserang," ulas The Guardian.

The Guardian juga memuat laporan yang mengatakan banyak korban terjadi setelah polisi menembakkan gas air mata ke tribun penonton, menyebabkan kepanikan di antara pendukung dua kubu, Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan.

Kerusuhan suporter bola itu juga mencuri perhatian media Amerika Serikat (AS), New York Times. Dalam artikel bertajuk "Riots at Indonesian Soccer Match Leave Several Fans Dead".

"Beberapa orang tewas Sabtu malam setelah pertandingan sepak bola profesional di Malang, Indonesia, menyebabkan kerusuhan di stadion dan gas air mata ditembakkan ke kerumunan yang padat oleh polisi," tulis NY Times mengutip pejabat liga. 

Jumlah korban jiwa dalam tragedi Stadion Kanjuruhan usai laga Arema Malang dengan Persebaya Surabaya mencapai sedikitnya 129 orang. Selain itu, saat ini masih ada ratusan orang yang tengah dirawat di sejumlah rumah sakit mulai dari RSUD Kanjuruhan, RS Wava Husada, RS Teja Husada, RSUD Saiful Anwar, dan beberapa rumah sakit di Kota Malang.

3 dari 4 halaman

Tragedi Arema, Jokowi Perintahkan PSSI Hentikan Sementara Liga 1

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyesalkan terjadinya tragedi Arema di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur usai menjamu Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) malam. Sebanyak 129 orang meninggal dunia dalam tragedi ini. 

"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang saudara-saudara kita dalam tragedi sepak bola di Kanjuruhan Malang Jatim," ujar Jokowi dalam konferensi pers, Minggu (2/10/2022).

Jokowi meminta jajarannya segera melakukan investigasi dan mengusut tuntas tragedi yang menewaskann dan melukai ratusan orang ini dalam pertandingan sepakbola. 

"Khusus kepada Kapolri saya minta lakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini," ucapnya.

Bahkan Jokowi juga memerintahkan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menghentikan sementara perhelatan Liga 1 sampai investigasi tuntas.

"Untuk itu saya juga memerintah PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan prosedur pengamanan dilakukan," katanya. 

4 dari 4 halaman

Harapan Jokowi

Jokowi berharap, tragedi dalam sepakbola Tanah Air ini menjadi yang terakhir. "Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan di masa mendatang. Sportivitas rasa kemanusiaan dan persaudaraan bangsa Indonesia harus kita jaga bersama," ucap Jokowi menandaskan.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani mempertanyakan prosedur pengamanan dalam laga derby antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu malam (1/10/2022).

Usai laga ini, diketahui ratusan korban meninggal dunia, dan ratusan lainnya luka-luka.

"Kenapa bisa terjadi tragedi yang memakan korban jiwa sebanyak itu di lapangan sepakbola? Bagaimana proses pelaksanaan oleh panitia penyelenggara? Bagaimana prosedur pengamanannya?," kata Puan dalam keterangannya, Minggu (2/10/2022).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.