Sukses

Badai Ian Terjang Kuba dan Florida, Kondisi WNI Dilaporkan Aman

Liputan6.com, Florida - Badai Ian tengah jadi sorotan di AS, sebab terjangannya begitu dahsyat hingga meninggalkan jejak kerusakan dan korban jiwa.

Pada Rabu 28 September 2022, Kuba bisa mulai bernafas lega setelah selama dua hari dikoyak Badai Ian. Badai kategori tiga berkecepatan hingga 200 kilometer per jam.

Kementerian Energi dan Pertambangan Kuba mengumumkan telah memulihkan energi ke tiga wilayah dengan mengaktifkan dua pembangkit listrik besar di Felton dan Nuevitas, tetapi ibu kota Havana dan sebagian wilayah barat masih gelap gulita.

Duta Besar Republik Indonesia Untuk Havana Nana Yuliana mengatakan KBRI Havana masih terus memantau keadaan warga negara Indonesia (WNI) di Kuba dan negara-negara sekitarnya. Ada 36 WNI di Kuba yang semuanya dalam kondisi aman, demikian petikan pernyataan KBRI Havana sebagaimana diterima VOA pada Rabu 28 September sore.

KBRI Havana Buka Posko

Diwawancarai melalui telepon, Nana Yuliana mengatakan "telah membuka posko dan hotline KBRI, serta menyediakan stok makanan bagi WNI dan staf yang terdampak Badai Ian."

Ditambahkannya, jauh sebelum Badai Ian menyelimuti Kuba, pihaknya telah membeli berbagai kebutuhan pokok dan darurat yang kini disediakan di posko yang didirikannya.

Mayoritas warga Indonesia di Kuba adalah keluarga staf KBRI Havana, biarawan dan biarawati, mahasiswa dan warga lansia. "Ada Padre Aman Laka, seorang Romo, dan dua Romo lainnya di Havana. Ada pula brother Andreas di Colon, sekitar lima jam dari Havana, yang juga sudah kita kontak," ujar Nana.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Evakuasi Warga

Puluhan ribu orang telah dievakuasi dan lainnya meninggalkan Kuba menjelang kedatangan badai dahsyat yang menyebabkan banjir dan tanah longsor. Ada 55 tempat penampungan yang telah didirikan. Pihak berwenang masih mengevaluasi kerusakan yang terjadi. 

KBRI Havana mengutip beberapa laporan media menyatakan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel pada hari Rabu ikut memantau situasi di Ibu Kota pasca badai, dan melangsungkan pertemuan dengan pihak militer setempat untuk membahas proses pemulihan.

"Proses pemulihan, khususnya infrastruktur, tampaknya akan memakan waktu yang cukup lama mengingat saat ini Kuba sedang mengalami kesulitan ekonomi, kelangkaan bahan konstruksi dan bensin, di samping tantangan mendapatkan kebutuhan pokok seperti makanan dan obat-obatan."

Provinsi Pinar del Rio yang sebagian besar ditanami tembakau, mengalami kerusakan parah; demikian pula salah satu perkebunan paling terkemuka di Kuba, Finca Robaina.

 

3 dari 4 halaman

Capai Florida, Badai Ian Melemah

Badai Ian kemudian menuju Florida, tetapi kekuatannya telah melemah menjadi badai kategori dua dengan kecepatan angin mencapai 150 kilometer per jam.

KJRI Houston, yang wilayah kerjanya juga membawahi Florida, meminta warga Indonesia “untuk meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan cuaca dan peringatan cuaca yang tersedia, mempersiapkan perlengkapan untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik, dan mematuhi arahan dan imbauan institusi berwenang.” KJRI Houston juga mensosialisasikan nomor hotline yang dapat dihubungi dalam keadaan darurat.

Konsul Jendral RI di Houston Andre Omer Siregar pada Rabu malam mengindikasikan kondisi WNI di Florida aman. “Kami sudah mengeluarkan peringatan sejak Senin,” ujarnya singkat.

Gubernur Florida Ron DeSantis mencuit "setelah badai berlalu, tetap hati-hati ketika keluar rumah. Pastikan untuk menghindari jalur listrik yang terendam, hindari banjir, jangan berdiri di bawah pohon, jangan mengemudi di air tergenang dan jauhkan generator sedikitnya enam meter dari rumah Anda."

4 dari 4 halaman

Badai Ian Menuju Carolina Selatan, Tinggalkan Banjir hingga Putus Listrik di Florida

Badai Ian yang menerjang Kuba lalu Florida, kini menyeberang ke Samudra Atlantik dan bergejolak ke arah Carolina Selatan.

Jejak terjangannya di Florida, mengakibatkan banjir yang menjebak banyak orang. Regu penyelamat mengemudikan perahu dan mengarungi jalan-jalan yang tergenang air pada Kamis 29 September 2022, untuk menyelamatkan ribuan warga Florida yang terperangkap akibat rumah terendam banjir dan bangunan-bangunan hancur.

Beberapa jam setelah badai tersebut melemah saat melintasi semenanjung Florida, Badai Ian kembali menguat pada Kamis malam di atas Atlantik.

Mengutip AP, Jumat (30/9/2022), The National Hurricane Center (Pusat Badai Nasional) memperkirakan Carolina Selatan akan dihantam badai Kategori 1 pada hari Jumat waktu setempat.

Kehancuran yang menimpa Florida menjadi fokus utama sehari setelah badai ini menghantam dengan kategori 4 yang dahsyat, salah satu badai terkuat yang pernah melanda AS.

Bencana alam ini membanjiri rumah-rumah di kedua pantai negara bagian tersebut, memutus satu-satunya akses jalan ke pulau perbatasan, menghancurkan dermaga tepi laut bersejarah dan memadamkan aliran listrik ke 2,67 juta rumah dan bisnis Florida - hampir seperempat dari pelanggan utilitas.

Pihak berwenang mengonfirmasi setidaknya satu kematian di Florida - seorang pria berusia 72 tahun di Deltona yang jatuh ke saluran saat menggunakan selang untuk mengeringkan kolam renangnya di tengah hujan lebat, lapor Kantor Sheriff Volusia County.

Dua kematian akibat badai lainnya dilaporkan di Kuba.

Di lihat di atas udara dari daerah Fort Myers, beberapa mil (kilometer) di sebelah barat tempat terjadinya terjangan badai, menunjukkan rumah-rumah yang hancur dari lempengannya dan tertimbun di antara puing-puing reruntuhan yang hancur.

Bisnis-bisnis di dekat pantai sepenuhnya hancur, hanya menyisakan puing-puing yang berserakan. Dermaga yang rusak mengapung pada sudut yang tidak wajar di samping perahu yang rusak serta api yang membara di tanah tempat rumah-rumah pernah berdiri.

"Saya tidak tahu bagaimana orang bisa bertahan hidup di sana," kata William Goodison di tengah puing-puing pekarangan rumah di Pantai Fort Myers tempat dia tinggal selama 11 tahun. Goodison mengungsi dari bencana tersebut di rumah putranya di pedalaman.

Badai tersebut menghantam kawasan perumahan yang terdiri dari sekitar 60 rumah, banyak di antaranya hancur dan tak dapat diperbaiki lagi, termasuk rumah Goodison yang berukuran single-wide.

Goodison dan putranya menyeberangi air setinggi pinggang, ia mengangkut dua tong sampah yang berisi apa yang bisa ia selamatkan - sebuah AC portabel, beberapa peralatan dan tongkat baseball.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.