Sukses

Dubes Inggris Owen Jenkins Apresiasi Presidensi G20 Indonesia Tahun Ini

Liputan6.com, Jakarta - Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins mengapresiasi keketuaan dan presidensi Indonesia dalam penyelenggaraan G20

"Kami sangat menantikan G20. Saya pikir Indonesia melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam situasi yang sangat sulit di G20. Dan saya pikir pertemuan para menteri luar negeri adalah momen yang sangat penting dalam perjalanan itu. Jadi itu akan menjadi acara yang hebat," ujarnya. 

Ia juga memuji segala persiapan yang dilakukan Indonesia dalam menyelenggarakan KTT G20.

"Indonesia akan menjadi tuan rumah yang luar biasa dan kami sangat menantikannya," sambungnya lagi.

Sementara itu, Dubes Owen sendiri belum bisa menginformasikan delegasi siapa yang akan hadir mewakili Inggris. 

G20 merupakan forum ekonomi utama dunia yang memiliki posisi strategis karena secara kolektif mewakili sekitar 65 persen penduduk dunia, 79 persen perdagangan global, dan setidaknya 85 persen perekonomian dunia.

Pembentukan G20 tidak terlepas dari kekecewaan komunitas internasional terhadap kegagalan G7 dalam mencari solusi terhadap permasalahan perekonomian global yang dihadapi saat itu.

Saat itu, pandangan yang mengemuka adalah pentingnya bagi negara-negara berpendapatan menengah serta yang memiliki pengaruh ekonomi secara sistemik untuk diikutsertakan dalam perundingan demi mencari solusi permasalahan ekonomi global.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Presidensi G20

Berlanjut pada 1 – 2 April 2009, London menjadi tuan rumah (Presidensi) KTT G20 kedua di bawah koordinasi Perdana Menteri Inggris Gordon Brown.

Kemudian KTT G20 ketiga dilaksanakan di Pittsburg pada 24 – 25 September 2009, dibawah koordinasi Presiden Amerika Serikat Barrack Obama.

Selanjutnya, KTT G20 keempat diadakan di Toronto pada 26 – 27 Juni 2010 di bawah koordinasi Perdana Menteri Kanada pada saat itu, Stephen Harper.

Tidak tanggung-tanggung, di tahun yang sama, Presiden Korea Lee Myung-Bak memimpin KTT Seoul pada 11 – 12 November 2010.

3 dari 3 halaman

Proses dan Sistem Kerja G20

Kemudian berturut-turut KTT selanjutnya diadakan di Cannes, Prancis (2011); Los Cabos, Mexico (2012); St. Petersburg, Rusia (2013); Brisbane, Australia (2014); Antalya, Turki (2015); Hangzhou, RRT (2016); Hamburg, Jerman (2017); Buenos Aires, Argentina (2018); Osaka, Japan (2019).

Guna mempersiapkan KTT ini, setiap tahunnya para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 melakukan pertemuan beberapa kali setahun.

G20 tidak memiliki Sekretariat permanen. Dalam proses dan sistem kerjanya, G20 memiliki tuan rumah (Presidensi) yang ditetapkan secara konsensus pada KTT berdasarkan sistem rotasi kawasan dan berganti setiap tahunnya.

Guna memastikan seluruh pertemuan G20 lancar setiap tahun, Presidensi tahun berjalan beserta presidensi sebelum dan presidensi selanjutnya (disebut Troika) secara intensif melakukan koordinasi kesinambungan agenda prioritas G20.