Sukses

Kebakaran Gedung Perkantoran 4 Lantai India Tewaskan 27 Orang, PM Beri Kompensasi Rp 37 Juta

Liputan6.com, New Delhhi - Kebakaran melanda gedung perkantoran empat lantai di Delhi, India pada Jumat 13 Mei 2022, menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai sedikitnya 12 orang, kata layanan darurat.

Lebih dari 70 orang berada di dalam gedung saat kebakaran terjadi dan polisi memecahkan kaca jendela dan menggunakan tali untuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak.

Sekitar 20 mobil pemadam kebakaran digunakan untuk memadamkan api di dekat stasiun metro Mundka di barat ibu kota India.

Mengutip BBC, Sabtu (14/5/2022), arus pendek diduga memicu kebakaran.

Sementara itu, media India melaporkan bahwa dua penangkapan telah dilakukan.

Menurut laporan Associated Press, puluhan orang telah diselamatkan dari gedung, yang sebagian besar berisi toko-toko, kata ruang kontrol. Bangunan ini terletak di daerah Mundka di barat New Delhi.

Kantor berita Press Trust of India mengatakan 12 orang menderita luka bakar akibat kebakaran tersebut dan 50 lainnya dievakuasi dari gedung tersebut.

Sebanyak 27 mobil pemadam kebakaran India memadamkan api setelah berjuang selama lebih dari lima jam. Sebuah operasi pencarian terus dilakukan untuk mencari siapa pun yang terperangkap di puing-puing, kata ruang kendali kebakaran.

Penyebab kebakaran sejauh ini belum jelas.

"Tertekan oleh kecelakaan kebakaran tragis di sebuah gedung dekat Stasiun Metro Mundka di Delhi. Belasungkawa saya untuk keluarga yang ditinggalkan. Saya berharap untuk pemulihan yang cepat dari yang terluka," tweet Presiden India Ram Nath Kovind.

Sementara Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan dia sangat sedih dengan hilangnya nyawa.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kompensasi Korban Tewas: Rp 37 Juta

Menawarkan belasungkawa atas hilangnya nyawa, Perdana Menteri Narendra Modi menjanjikan 200.000 rupee atau sekitar Rp 37 juta kepada keluarga terdekat sebagai kompensasi untuk setiap kematian.

Setelah api padam, operasi penyelamatan dilanjutkan. "Ini akan memakan waktu mengingat luasnya daerah itu," Sunil Choudhary, wakil kepala petugas pemadam kebakaran, seperti dikutip oleh Times of India.

Sebagian besar jasad dilaporkan ditemukan pada lantai kedua.

Pejabat setempat Jogi Ram Jain, mengatakan laporan awal menunjukkan korsleting telah menyebabkan kebakaran dan bahwa bangunan itu tidak memiliki sertifikasi keselamatan kebakaran yang layak.

"Kami telah memulai penyelidikan dan jika ada pejabat kota yang ditemukan bersalah, tindakan tegas akan diambil," katanya seperti dikutip oleh Hindustan Times.

 

3 dari 4 halaman

Kebakaran Kerap Terjadi di India

Kebakaran biasa terjadi di India, di mana undang-undang bangunan dan norma keselamatan sering dilanggar oleh pembangun dan penduduk.

Atul Garg, Direktur Delhi Fire Services, mengatakan bangunan itu tidak memiliki izin dari pemadam kebakaran dan tidak dilengkapi dengan peralatan keselamatan kebakaran seperti alat pemadam.

Korban jiwa terjadi di lantai dua gedung tersebut, di mana bahan plastik yang mudah terbakar yang digunakan untuk pembuatan peralatan seperti kamera keamanan disimpan.

Surat kabar Indian Express mengatakan dua pemilik perusahaan yang menjual kamera keamanan ditahan untuk diinterogasi karena api dilaporkan berasal dari kantor mereka. Kendati demikian tidak ada konfirmasi langsung dari polisi.

Pada 2019, kebakaran yang disebabkan korsleting listrik melanda sebuah gedung di New Delhi dan menewaskan 43 orang.

4 dari 4 halaman

Kebakaran Lalap Apartemen di India, 5 Orang Tewas

Sedikitnya dua orang tewas dan lebih dari 15 luka-luka ketika kebakaran besar terjadi di sebuah bangunan perumahan bertingkat di ibukota keuangan India, Mumbai pada Sabtu (22/1), kata pihak berwenang.

Dilansir dari laman Channel News Asia, Minggu (23/1/2022), truk pemadam kebakaran bergegas memadamkan api dan menyelamatkan ratusan warga dari gedung 20 lantai di pusat kota Mumbai.

Rekaman dari tempat kejadian menunjukkan kepulan asap besar memenuhi langit, dengan api keluar dari lantai 18 gedung tersebut.

“Api telah dipadamkan dan orang-orang telah diselamatkan," Kishori Pednekar, walikota kota itu, mengatakan kepada Reuters, seraya menambahkan bahwa penyebab kebakaran belum diketahui.

Dari korban luka, tujuh orang dipindahkan ke Rumah Sakit Nair.

Dokter menyatakan dua meninggal pada saat kedatangan, sementara tiga kemudian meninggal karena luka-luka mereka. Sementara itu, dua lainnya stabil.

Lima belas orang yang terluka dirawat di Rumah Sakit Bhatia terdekat.

Seorang dokter mengatakan kepada India Today bahwa tiga pasien berada dalam kondisi kritis, sementara yang lain menjalani perawatan di bangsal umum.