Sukses

Situasi Negara Rusuh, Kazakhstan Minta Bantuan Rusia Cs

Liputan6.com, Almaty - Presiden Kassym-Jomart Tokayev meminta bantuan Collective Security Treaty Organization (CSTO) untuk mengatasi situasi negaranya yang rusuh.

CSTO adalah blok di Eurasia yang dipimpin oleh Rusia. Negara lain yang menjadi anggota adalah Armenia, Belarusia, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Tajikistan.

Dilaporkan BBC, Kamis (1/6/2022), awalnya kerusuhan akibat masalah harga bahan bakar yang naik. Isu kemudian menjalar ke berbagai masalah politik.

Presiden Kassym-Jomart Tokayev telah menerapkan darurat nasional, termasuk penerapan jam malam, serta melarang kumpul-kumpul massal. Ia juga mengumumkan meminta bantuan CSTO.

Permintaan Presiden Tokayev dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan bahwa aliansi akan mengirim pasukan perdamaian untuk waktu terbatas.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Rusuh

AP News melaporkan demonstrasi dimulai dari kota Zhanaozen, kemudian menyebar ke ibu kota Nur-Sultan dan kota Almaty.

Ribuan pendemo sempat mengepung tempat tinggal kepresidenan di Almaty.

Akses internet sempat diputuskan, tetapi media Rusia, Tass, menyebut akses internet di Almaty sudah kembali berfungsi pada Kamis pagi.

Presiden Tokayev menuding para pendemo adalah teroris yang mendapat bantuan dari luar negeri.

Situasi politik di Kazakhstan memang agak rentan. Meski, pemerintah mencoba menampilkan citra yang kuat dan progresif di mata dunia, ketidakpuasan rakyat jelas terlihat.

Sejak merdeka dari Uni Soviet pada 1990, Kazakhstan masih diperintah oleh partai yang sama.

Sebelum Presiden Kassym-Jomart Tokayev berkuasa pada 2019, negara itu dipimpin oleh Nursultan Nazarbayev yang berkuasa selama 29 tahun.

3 dari 3 halaman

Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi COVID-19