Sukses

Universitas Indonesia Gabung ke Konsortium Riset RI-Inggris UKICIS

Liputan6.com, Jakarta - Universitas Indonesia resmi bergabung ke UK-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences (UKICIS). Totalnya, ada tujuh universitas Inggris dan Indonesia di forum tersebut. 

Empat universitas dari Indonesia adalah UI, UGM, IPB, dan ITB, sementara ada Universitas Nottingham, Universitas Coventry dan Universitas Warwick dari Inggris. 

Bergabungnya UI ke UKICIS turut disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya. Desra percaya bahwa inklusitivitas merupakan aspek penting dalam dunia akademis. 

“Keterbukaan dan inklusivitas merupakan kunci dalam kerja sama riset dan inovasi. Terlebih dewasa ini, tantangan-tantangan dunia yang bersifat lintas batas hanya akan dapat ditangani dengan baik melalui kerja sama dan pendekatan lintas disiplin," ujar Desra Percaya seperti dikutip situs Kementerian Luar Negeri, Kamis (9/9/2021).

UKICIS adalah sebuah konsorsium diaspora ilmuwan dan universitas RI-Inggris yang bertujuan mendukung kerja sama bilateral riset dan inovasi kedua negara, teguhkan komitmen bersama mengenai kolaborasi yang inkusif dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Komitmen ini dituangkan dalam forum virtual "Strengthening Mutually Beneficial Research Collaboration between the UK dan Indonesia" yang digelar pada 8 September 2021.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Para Rektor Hadir

Para rektor dari universitas anggota UKICIS hadir dalam acara virtual ini, yaitu Prof Arif Satria, (rektor IPB), Prof. Panut Mulyono (rektor UGM), Prof. Reini Wirahadikusumah (rektor ITB), Prof. Ari Kuncoro (rektor UI), Prof. Christine Ennew (President Universitas Warwick), Prof. Robert Mokaya (Pro Vice-Chancellor Universitas Nottingham) dan Prof. Richard Dashwood (Deputy Vice-Chancellor Universitas Coventry).

Prof. Ari Kuncoro, dalam sambutannya sampaikan bahwa saat ini merupakan zamannya kolaborasi, sehingga pihaknya akan memastikan dengan masuknya UI ke UKICIS, maka akan memperkuat kerja sama riset dan inovasi RI-Inggris.

Sementara para rektor anggota UKICIS lainnya menegaskan peran peran signifikan para diaspora dalam dorong kerja sama yang inklusif antara universitas di Inggris dan Indonesia.

"Bergabungnya UI buktikan semangat kolaborasi dan keterbukaan UKICIS serta harapkan kolaborasi perkuat kerja sama RI-UK," tegas Prof. Panut Mulyono dalam sambutannya yang juga menegaskan semangat tersebut adalah buah kerja sama yang baik antara KBRI London, para diaspora dan universitas.

Acara virtual ini juga diisi dengan mendengarkan pengalaman peneliti asal UI yang mendapatkan pendanaan untuk melakukan penelitian dan berkolaborasi dengan peneliti lain baik di Inggris maupun Indonesia.

Dr. Arie Arfiansyah (Fakultas Hukum, UI) berbagi pengalaman mengenai penelitiannya mengenai kerja sama penanganan illegal and unsustainable fishing and fisheries crime, yang mendapatkan hibah dari program Newton Fund. Sedangkan Dr. Cindy R. Priadi (Fakultas Teknik, UI) mengisahkan hasil risetnya mengenai Sustainable Food Supply Chain yang dikolaborasikan dengan mitranya di Inggris, yaitu Universitas Coventry.