Sukses

Tekan COVID-19 Selama Olimpiade, Gubernur Tokyo Desak Remaja Jepang Ikut Vaksinasi

Liputan6.com, Tokyo - Gubernur Tokyo Yuriko Koike mendesak kaum remaja untuk bekerja sama dengan pemerintah menurunkan jumlah infeksi yang tinggi dengan menerima vaksinasi COVID-19. Koike mengatakan, cara ini adalah kunci untuk memperlambat lonjakan COVID-19 selama Olimpiade Tokyo.

Seperti dikutip dari laman AP Rabu (28/7/2021), ibu kota Jepang melaporkan 2.848 kasus baru pada Selasa 27 Juli, melebihi rekor sebelumnya pada Januari 2021.

Koike mencatat bahwa mayoritas orang dewasa telah divaksinasi lengkap dan infeksi di antara mereka sebagian besar telah menurun. Sementara sebagian besar kaum muda yang tidak divaksinasi sekarang mendominasi kasus baru.

"Aktivitas anak muda memegang kunci (untuk memperlambat infeksi), dan kami membutuhkan kerja sama Anda," kata Koike.

"Harap pastikan untuk menghindari acara yang tidak penting dan mematuhi langkah-langkah dasar, dan saya ingin orang yang lebih muda divaksinasi."

Pada Selasa 27 Juli, 25,5% populasi Jepang telah divaksinasi lengkap. Persentase lansia yang divaksinasi lengkap adalah 68,2% atau 36 juta orang.

Prospek vaksinasi untuk yang kaum muda telah meningkat, dan beberapa orang bisa mendapatkan suntikan mereka diatur oleh tempat kerja dan perguruan tinggi.

Tetapi ada juga kekhawatiran atas keragu-raguan di kalangan anak muda, dengan survei menunjukkan banyak dari mereka memiliki keraguan, sebagian karena rumor palsu tentang efek samping.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 
2 dari 2 halaman

Situasi Tokyo

Tokyo berada di bawah keadaan darurat keempat, yang akan berlanjut hingga Olimpiade, tetapi fokusnya mewajibkan banyak pihak untuk berhenti menyajikan alkohol dan mempersingkat jam kerja mereka.

Perdana Menteri Yoshihide Suga juga telah mendesak warga untuk menghindari acara yang tidak penting tetapi mengatakan tidak perlu mempertimbangkan penangguhan Olimpiade, yang diadakan tanpa penonton di Tokyo dan tiga prefektur tetangga; Chiba, Kanagawa dan Saitama.

Gubernur dari tiga wilayah, yang khawatir dengan lonjakan kasus Tokyo, mengatakan pada Rabu (28/7) bahwa mereka berencana untuk bersama-sama meminta Suga menempatkan prefektur mereka di bawah keadaan darurat juga.

Secara nasional, Jepang melaporkan 5.020 kasus dalam 24 jam terakhir dengan total 870.445 dan 15.129 kematian yang dikonfirmasi.

Jepang telah menjaga kasus dan angka kematian lebih rendah daripada banyak negara lain.