Sukses

Minibus Pengangkut Migran Gelap Kecelakaan di Turki, 12 Orang Tewas

Liputan6.com, Muradiye - Sebuah minibus yang membawa migran Afganistan, Pakistan dan Bangladesh -- tidak berdokumen resmi -- mengalami kecelakaan di Turki timur.

Menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 26 lainnya, menurut pihak berwenang setempat, demikian dikutip dari laman Aljazeera, Senin (12/7/20210.

Kecelakaan itu terjadi pada Minggu (11/7) pagi di Distrik Muradiye Provinsi Van dekat perbatasan Turki dengan Iran.

Kendaraan itu terbakar setelah jatuh ke parit, dua sumber lokal mengonfirmasi tersebut kepada media intenasional.

Identitas mereka yang tewas dalam kecelakaan itu tidak disampaikan secara jelas, kata kedua sumber itu, seraya menambahkan bahwa pemilik bus telah ditangkap.

Siaran televisi menunjukkan orang-orang yang selamat dirawat di pinggir jalan ketika pekerja darurat mengevakuasi puing-puing yang terbakar.

Kantong jenazah bisa dilihat dari siaran televisi, dan barang-barang pribadi berserakan di dekatnya.

Gubernur dan Wakil Wali Kota Distrik Muradiye Erkan Savar, Komandan Gendarmerie Provinsi Brigadir Jenderal Yuksel Yigit dan Komandan Gendarmerie Distrik Letnan Kolonel Evren Kaptan berada di tempat kejadian.

Migran, kebanyakan dari Iran, Afganistan dan Pakistan, secara teratur melintasi perbatasan ke Turki dengan berjalan kaki sebelum diangkut ke kota-kota seperti Istanbul dan Ankara.

2 dari 2 halaman

Insiden Kecelakaan Bus Lainnya di Turki, Sejumlah WNI Jadi Korban

Pada Maret 2021, KBRI Ankara, Turki mengonfirmasi kecelakaan bus wisata yang terjadi kota Kayseri turut mengakut 23 WNI.

Kecelakaan terjadi beberapa kilometer dari resort ski Erciyes, Kayseri (sekitar 400 km dari Ankara, Turki) pada Rabu (17/3) pukul 17.00 waktu setempat.

Bus dalam perjalanan kembali dari ski resort dan semula dijadwalkan akan kembali ke Istanbul (800 km) untuk selanjutnya kembali ke Indonesia.

Dalam keterangan pers yang diterima Liputan6.com pada Kamis (18/3/2021) menyebutkan bahwa semua penumpang WNI telah ditangani dengan baik oleh otoritas setempat.

Kala itu, mereka dirawat dan tersebar di 9 rumah sakit yang ada di kota Kayseri.

KBRI menempatkan 1 orang anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kayseri, Turki di setiap rumah sakit sebagai penterjemah dan sekaligus untuk memantau situasi para WNI.