Sukses

25 Juni: 5.069 WNI Positif COVID-19 di Luar Negeri, Tambahan Pasien dari Italia hingga Korsel

Liputan6.com, Seoul - Kementerian Luar Negeri RI mengatakan bahwa terdapat tambahan WNI yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Italia, Kuwait, dan Korea Selatan.

Kemlu RI juga melaporkan ada WNI yang sembuh dari COVID-19 di Korea Selatan.

Sementara itu, tidak ada tambahan kematian akibat COVID-19 pada WNI di luar negeri.

"Tambahan WNI terkonfirmasi positif COVID-19 di Italia, Kuwait, dan Korea Selatan, dan sembuh di Korea Selatan," tulis laman @Kemlu_RI di Twitter pada Jumat (25/6).

Dalam data pada Jumat (25/6/2021) per pukul 08.00 WIB itu, total WNI yang terkonfirmasi positif COVID-19 di luar negeri kini sebanyak 5.069, 4.245 dinyatakan sembuh, 211 meninggal dunia dan 613 orang dalam perawatan.

31 WNI di Italia positif COVID-19, 29 telah pulih, sementara 2 orang lainnya orang masih dirawat.

Kemudian di Kuwait, 271 WNI positif COVID-19, 253 sembuh, 9 dalam perawatan, dan 9 meninggal dunia.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

324 WNI di Korea Selatan Positif COVID-19

Di Korea Selatan, Kemlu RI mencatat ada 324 WNI positif COVID-19, 322 pulih, dan 2 masih dalam perawatan. 

Dikutip dari laman Yonhap News Agency, Korea Selatan melaporkan 600 kasus baru COVID-19 selama tiga hari berturut-turut pada Jumat (25/6).

Negara itu melaporkan 634 kasus baru Virus Corona, termasuk 602 infeksi lokal, meningkatkan total kasus menjadi 153.789, kata Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KDCA).

Klaster infeksi COVID-19 di gereja, restoran, fasilitas pendidikan, dan rumah sakit terus terjadi di seluruh Korea Selatan, meningkatkan kekhawatiran bahwa aturan social distancing yang dilonggarkan dan potensi penyebaran virus coronadapat memicu penularan lebih lanjut.

Korea Selatan juga melaporkan penambahan kematian akibat COVID-19, meningkatkan total kematian di negara itu menjadi 2.009 jiwa. Tingkat kematian mencapai 1,31 persen.

Namun, Korea Selatan belum melaporkan banyak kasus COVID-19 varian Delta.

Otoritas kesehatan Korea Selatan mengatakan bahwa pengobatan antibodi buatan sendiri ditemukan memiliki kemampuan pertahanan yang cukup rendah terhadap varian Delta.

Larangan pertemuan lima orang atau lebih secara nasional di Korea Selatan juga akan dicabut di bawah pedoman yang diperbarui, dengan batas yang ditetapkan menjadi delapan di bawah Level 2. 

3 dari 3 halaman

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19