Sukses

3 Ribu Orang Ditangkap dalam Demo Anti-Pemerintah Terbesar di Rusia

Liputan6.com, Moskow - Polisi Rusia telah menahan lebih dari 3.000 orang dalam demonstrasi yang berlangsung di sejumlah kota pada Sabtu 23 Januari 2021 waktu setempat.

Tindakan keras menyasar terhadap massa pendukung pemimpin oposisi yang dipenjara Alexei Navalny, kata pemantau.

OVD Info, sebuah LSM independen yang memantau aksi unjuk rasa, mengatakan sekitar 3.100 orang telah ditahan di sejumlah lokasi demo di Rusia, dengan lebih dari 1.200 di antaranya di Moskow saja. Kremlin belum berkomentar.

Puluhan ribu orang menentang kehadiran polisi yang berupaya membubarkan aksi unjuk rasa terbesar terhadap Presiden Vladimir Putin selama bertahun-tahun tersebut, demikian seperti dikutip dari BBC, Minggu (24/1/2021).

Di Moskow, polisi anti huru-hara terlihat memukuli dan menyeret demonstran.

Alexei Navalny, kritikus Presiden Vladimir Putin yang paling terkenal, menyerukan protes setelah penangkapannya hari Minggu 17 Januari 2021.

Dia ditahan setelah dia terbang kembali ke Moskow dari Berlin, di mana ia telah pulih dari serangan racun saraf yang hampir fatal di Rusia pada Agustus 2020.

Saat kembali, ia langsung ditahan dan dinyatakan bersalah karena melanggar kondisi pembebasan bersyarat. Dia mengatakan itu adalah kasus yang dirancang untuk membungkamnya.

2 dari 4 halaman

Ribuan Orang Turun ke Jalan

Demonstrasi yang tidak sah diadakan di setidaknya 100 wilayah. Mulai dari kota Timur Jauh Rusia dan Siberia ke Moskow dan St Petersburg. Pengunjuk rasa berkisar dari siswa remaja hingga orang tua yang menuntut pembebasan Alexei Navalny.

Setidaknya 40.000 orang bergabung dalam unjuk rasa di pusat Kota Moskow, kantor berita Reuters memperkirakan. Tetapi kementerian dalam negeri Rusia menempatkan jumlah demonstran di angka 4.000.

Para pengamat mengatakan skala demonstrasi di seluruh negeri belum pernah terjadi sebelumnya sementara protes di ibu kota adalah yang terbesar dalam hampir satu dekade.

Sementara itu, ada laporan gangguan pada sinyal ponsel dan cakupan internet pada hari ketika demonstrasi berlangsung, meskipun tidak diketahui apakah ini terkait dengan protes.

3 dari 4 halaman

Inggris dan AS Mengecam Penahanan Demonstran

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, mengutuk "penggunaan kekerasan terhadap demonstran dan jurnalis yang damai" pada hari Sabtu, menyerukan kepada pihak berwenang untuk membebaskan mereka yang ditahan selama demonstrasi damai.

Departemen luar negeri AS mengutuk apa yang disebutnya "taktik keras" yang digunakan terhadap demonstran dan jurnalis, dengan mengatakan: "Kami menyerukan kepada otoritas Rusia untuk membebaskan semua orang yang ditahan karena menggunakan hak universal mereka dan untuk pembebasan Alexei Navalny segera dan tanpa syarat".

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, mengatakan menteri luar negeri blok Eropa itu akan membahas tindakan keras Rusia pada Senin 25 Januari 2021 mendatang. "Saya menyesalkan penahanan yang meluas, penggunaan kekuatan yang tidak proporsional, mengurangi koneksi internet dan telepon."

4 dari 4 halaman

Simak video pilihan berikut: