Populasi Kera Bonobo di Kongo Terancam Punah

Populasi kera Bonobo di Kongo, terus berkurang karena perang sipil berkepanjangan di sana. Pada usia lima sampai tujuh tahun kera ini mengalami pergantian gigi.

Diterbitkan 06 November 2002, 18:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Kinshasa: Perang dan konflik bersenjata ternyata bukan saja merugikan manusia, tetapi juga mengancam populasi hewan. Di Republik Demokratik Kongo, misalnya. Akibat konflik berkepanjangan yang terjadi di sana, populasi kera Bonobo terancam punah. Padahal, kera yang karateristik fisiknya paling dekat dengan manusia ini termasuk hewan langka--mendekati 99 persen.

Perkembangan tubuh Bonobo mirip dengan manusia. Pada usia lima sampai tujuh tahun pun kera ini mengalami pergantian gigi. Di usia 10-14 tahun, Bonobo menginjak masa pubertas. Bahkan, masa kehamilan Bonobo mirip dengan manusia normal, delapan sampai sembilan bulan. Hewan ini pun memiliki aktivitas birahi yang tinggi.

Namun habitat alami Bonobo makin menyusut sejak perang sipil yang selama 22 tahun terjadi di Kongo. Perang hampir memusnahkan hunian Bonobo, seperti penebangan liar, kebakaran hutan, dan perburuan liar. Akibatnya, antara 1980 sampai 1990, jumlah kera ini terus berkurang dari 100 ribu menjadi tinggal 10 ribu ekor saja.

Kini hanya Suaka Margasatwa Lola Ya Bonobo di Kinshasa yang otomatis menjadi satu dari sedikit lokasi aman buat kera Bonobo. Kepala Kebun Binatang Lola Ya Bonobo Claudine Andre mengatakan, satu cara yang paling efektif untuk mempertahankan populasi kera Bonobo adalah mengakhiri konflik dan meningkatkan kepedulian masyarakat, baik dengan pendidikan maupun penyuluhan.(ICH/Nlg)