Sukses

Kelakar Donald Trump Jadi Calon Presiden 2024 di Acara Natal Gedung Putih

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Donald Trump melemparkan candaan soal pencalonan dirinya lagi sebagai presiden pada tahun 2024, ketika ia menjadi tuan rumah resepsi natal di Gedung Putih pada Selasa 1 Desember 2020 malam waktu setempat.

"Empat tahun yang luar biasa," kata Trump kepada para undangan, termasuk banyak anggota Komite Nasional Republik seperti melansir laman Channel News Asia, Rabu (2/11/2020). 

"Kami mencoba melakukannya empat tahun lagi. Kalau tidak, saya akan menemuimu dalam empat tahun."

Video penampilan Trump disiarkan langsung di Facebook oleh salah satu peserta, mantan Ketua Partai Republik Oklahoma Pam Pollard. Foto itu memperlihatkan banyak orang berdesakan di Cross Hall Gedung Putih, berdiri berdekatan. Banyak yang terlihat di video itu tidak memakai masker.

Trump mulai menjadi tuan rumah resepsi menjelang natal pada minggu ini, berniat merayakan musim terakhir sebelum Trump meninggalkan jabatannya pada 20 Januari.

Menurut postingan media sosial yang ditinjau oleh Associated Press, acara tersebut telah menampilkan kerumunan besar peserta yang sering tanpa masker berkumpul di dalam ruangan. Hal tersebut tentu melanggar pedoman kesehatan masyarakat yang telah ditekan pemerintah AS untuk mengikuti musim liburan ini karena kasus COVID-19 meroket di seluruh dunia.

2 dari 3 halaman

Masih Klaim Kecurangan Hasil Pemilu AS 2020

Dalam video tersebut, Trump terdengar terus menyiarkan tuduhan tidak berdasar atas kecurangan pemilu untuk menjelaskan kekalahannya oleh Presiden terpilih Joe Biden meskipun Jaksa Agungnya, William Barr, mengatakan kepada AP sebelumnya pada hari Selasa bahwa Departemen Kehakiman belum menemukan bukti penipuan yang dituduhkan secara luas.

"Ini tentu saja tahun yang tidak biasa. Kami memenangkan pemilihan. Tapi mereka tidak suka itu," kata Trump kepada kelompok itu, menambahkan: "Saya menyebutnya pemilihan yang curang, dan saya akan selalu begitu."

Gedung Putih telah menjadi tempat setidaknya satu dugaan peristiwa penyebar COVID-19 secara luas, dan puluhan asisten presiden, staf kampanye, dan sekutu telah dinyatakan positif dalam berbagai wabah.

Trump sendiri dirawat di rumah sakit karena virus pada bulan Oktober, dan ibu negara dan dua putranya dinyatakan positif. Setelah itu, banyak orang lainnya harus dikarantina.

Stephanie Grisham, juru bicara ibu negara dan kepala staf, telah mengatakan bulan lalu bahwa Gedung Putih akan tetap melanjutkan acara-acara sesuai jadwal, "sambil menyediakan lingkungan yang paling aman".

Dia mengatakan itu akan mencakup daftar tamu yang lebih kecil, bahwa "masker akan dibutuhkan dan tersedia, jarak sosial didorong saat berada di halaman Gedung Putih, dan tempat pembersih tangan akan disediakan".

"Menghadiri pesta akan menjadi pilihan yang sangat pribadi," tambahnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini: